RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia yang dipicu oleh fenomena bulan purnama pada Jumat, 14 Maret 2025.
Fenomena ini, yang dikenal sebagai Worm Moon, bertepatan dengan fase bulan perigee serta gerhana bulan di bagian utara dan selatan bumi, sehingga meningkatkan potensi kenaikan air laut.
Direktur Bidang Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menyebutkan bahwa bulan purnama yang terjadi pada 14 Maret 2025 diprediksi akan meningkatkan ketinggian air laut maksimal di berbagai wilayah pesisir di Indonesia.
Baca Juga: Sekali Transaksi Senpi Ilegal ke KKB Papua Capai Rp 1,3 Miliar, Begini Modus Pelaku
Berdasarkan pengamatan data lapangan terkait ketinggian air laut dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi melanda kawasan pesisir di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Maluku.
“Potensi banjir pesisir ini secara umum akan berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir, seperti bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, hingga tambak perikanan darat dan garam,” kata Eko Prasetyo, Rabu (12/3/2025).
BMKG memperkirakan periode potensi banjir rob akan berlangsung dari 13 hingga 31 Maret 2025, dengan durasi tiga hingga enam hari di setiap provinsi yang terdampak. Khusus untuk wilayah pesisir Bandar Lampung, potensi banjir rob diprediksi terjadi pada 30 Maret hingga 4 April 2025.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak banjir rob, terutama bagi mereka yang bergantung pada aktivitas di wilayah pesisir. Masyarakat diminta untuk memantau informasi terkini dari BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang lebih luas akibat fenomena ini. (*)
Editor : Lambertus Hurek