Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Persewangi Banyuwangi Juara Liga 4 Jatim 2025, Kalahkan Persinga Ngawi Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 24 Februari 2025 | 02:28 WIB
Duel imbang di babak normal dilanjutkan dengan adu penalti.
Duel imbang di babak normal dilanjutkan dengan adu penalti.

RADAR SURABAYA - Persewangi Banyuwangi menorehkan sejarah baru dengan menjadi juara Liga 4 Jawa Timur 2025 setelah mengalahkan Persinga Ngawi melalui drama adu penalti dengan skor 3-1.

Pertandingan final yang digelar di Stadion Ketonggo, Ngawi, pada Minggu (23/2), menjadi momen bersejarah bagi tim asal Banyuwangi ini.

Kemenangan ini tidak hanya membawa gelar juara, tetapi juga dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Syamsuddin Batola, pelatih sebelumnya yang meninggal dunia akibat kecelakaan.

Jalannya Pertandingan

Persewangi Banyuwangi berhasil meraih tropi juara Liga 4 Jawa Timur setelah mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 3-1 melalui adu penalti (4-2).

Bermain di kandang lawan, Laskar Bumi Blambangan menunjukkan mental juara yang kuat.

Baru berjalan 12 menit, tendangan bebas Akbar berhasil membobol gawang Persinga, membuat skor menjadi 1-0 untuk Persewangi.

Namun, sekitar 10 menit kemudian, Persewangi harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pilar mereka menerima kartu merah. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0.

Pada babak kedua, pertandingan berjalan tidak seimbang. Persewangi lebih fokus bertahan, tetapi pada menit ke-66, pertahanan mereka jebol, membuat skor menjadi imbang 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga akhir babak kedua yang berakhir di menit ke-97.

Untuk menentukan juara, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Penendang pertama Persewangi, Akbar, berhasil mencetak gol, diikuti oleh penendang pertama Persinga, Ayuep, yang juga sukses. Skor penalti 1-1.

Penendang kedua Persewangi, Alfian, gagal mencetak gol, begitu pula dengan penendang kedua Persinga, Haris Yudha. Skor penalti tetap 1-1.

Penendang ketiga Persewangi, Lutfi, berhasil mencetak gol, sementara penendang ketiga Persinga, Eko, gagal. Skor penalti 2-1.

Penendang keempat Persewangi, Ilham, berhasil mencetak gol, dan penendang keempat Persinga, Slamet Hariyadi, gagal. Skor penalti 3-1, dan Persewangi resmi menjadi juara.

Perjalanan Menuju Final

Persewangi Banyuwangi, yang dilatih oleh legenda sepak bola Indonesia, Alexander Saununu, berhasil melaju ke final setelah mengalahkan PS Mojokerto Putra melalui adu penalti dramatis dengan skor 7-6 di semifinal.

Sementara itu, Persinga Ngawi menyingkirkan Persema Malang dengan skor tipis 1-0.

Ucapan Syukur dari Pelatih

Alexander Saununu mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya menjadi juara.

“Atmosfer sepak bola di Jawa Timur memang sangat ketat. Butuh kerja keras dan perjuangan berat untuk bisa sampai ke final, apalagi menjadi juara,” ujar Saununu.

Ia juga menambahkan bahwa gelar juara ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga membangun mental juara bagi para pemain.

“Puncak pencapaian prestasi sebuah tim adalah gelar juara dan piala. Ini jadi modal penting untuk bersaing di putaran Liga 4 Nasional,” tambahnya.

Saununu, yang menggantikan posisi sahabatnya Syamsuddin Batola, yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat akan menghadiri pertemuan manajer tim Liga 4, mendedikasikan gelar ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.

Target Promosi

Dengan kemenangan ini, Persewangi Banyuwangi membuka peluang besar untuk promosi ke Liga 3, membawa semangat baru bagi para pemain dan suporter. “Target utama kami memang promosi. Tapi kemenangan ini menjadi bonus luar biasa,” tutup Saununu.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#persewangi banyuwangi #persinga ngawi #pssi jatim #Liga 4 Jatim