Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pelatih Pacific Caesar Kritik Buruknya Eksekusi Permainan Usai Kalah Tipis dari Bima Perkasa Jogja di IBL 2025

Andy Satria • Senin, 10 Februari 2025 | 13:19 WIB
Pebasket Pacific Caesar Surabaya Miguel Angel Miranda (tengah) coba lakukan lay up dan diblok pemain Bima Perkasa Jogja.
Pebasket Pacific Caesar Surabaya Miguel Angel Miranda (tengah) coba lakukan lay up dan diblok pemain Bima Perkasa Jogja.

RADAR SURABAYA - Pelatih Pacific Caesar Surabaya, Dhimas Anis Setiaputra, menyoroti buruknya eksekusi permainan timnya usai kalah tipis dari Bima Perkasa Jogja dengan skor 85-83 dalam lanjutan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

Pertandingan yang digelar di Gor Pacific Caesar, Surabaya, pada Minggu (9/2) ini menjadi catatan penting bagi tim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Dhimas mengungkapkan, kekalahan ini terjadi karena timnya terlalu mudah dilewati dalam pertahanan satu lawan satu dan kurang maksimal dalam eksekusi serangan, terutama di kuarter tiga dan empat.

"Mungkin dari kuarter pertama hingga keempat, kami terlalu mudah dilewati dalam pertahanan satu lawan satu.

Selain itu, eksekusi serangan kami juga kurang maksimal, terutama di kuarter tiga dan empat, di mana kami seharusnya bisa unggul jauh," kata Dhimas dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kritik terhadap Pemain Asing dan Kurangnya Disiplin

Dhimas juga mengkritik performa pemain asing yang dinilai tidak tampil maksimal.
Ia menilai para pemain tidak disiplin dalam menjalankan strategi yang telah dirancang.

"Saya ingin para pemain menekan di area paint, tetapi beberapa dari mereka justru bermain di luar kendali. Seharusnya skor tidak hanya selisih dua atau tiga poin di momen akhir, tetapi kami malah gagal memanfaatkan peluang," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya efektivitas tembakan tiga angka yang dieksekusi tanpa perhitungan matang.

"Seharusnya kami lebih banyak menyerang ke dalam, tetapi beberapa pemain justru terlalu cepat menembak dari luar tanpa mengikuti rencana permainan," tambah Dhimas.

Pemain Akui Kurang Disiplin

Pebasket Pacific Caesar, Muhammad Aulaz Ariezky, mengakui bahwa timnya kurang disiplin dalam menerapkan strategi pelatih, terutama dari pemain asing.

"Banyak serangan yang tidak dieksekusi sesuai rencana. Permainan belum selesai, tetapi bola sudah ditembak dari area tripoin. Ini karena beberapa pemain ingin tampil sendiri, tanpa mengikuti arahan pelatih," ucap Aulaz.

Rencana Evaluasi Menyeluruh

Dhimas menegaskan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan besar bersama jajaran pelatih dan manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas performa tim.

"Kami pasti ingin bangkit dari kekalahan ini. Setiap latihan kami selalu menekankan kedisiplinan, tetapi ketika di lapangan, eksekusi ada di tangan para pemain. Kalau mereka tidak disiplin, kemenangan pun sulit diraih," tuturnya.

Kekalahan tipis ini menjadi pelajaran berharga bagi Pacific Caesar Surabaya. Dengan evaluasi yang tepat dan peningkatan kedisiplinan, tim ini diharapkan dapat bangkit dan tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya.

Performa pemain asing dan efektivitas serangan menjadi fokus utama untuk diperbaiki demi meraih hasil maksimal di kompetisi IBL 2025.(sam)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pacific caesar surabaya #IBL 2025 #Dhimas Anis Setiaputra #indonesian basket league #Bima Perkasa Jogja