Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rayakan Imlek: Berikut Pantangan dan Kebiasaan Khasnya

Jay Wijayanto • Rabu, 29 Januari 2025 | 15:20 WIB
Perayaan Imlek jatuh pada tanggal 29 Januari 2025. Berikut pantangan dan kebiasaan-kebiasaan khasnya.
Perayaan Imlek jatuh pada tanggal 29 Januari 2025. Berikut pantangan dan kebiasaan-kebiasaan khasnya.

RADAR SURABAYA-Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dipenuhi kemeriahan, tetapi juga diiringi sejumlah pantangan dan kebiasaan kebiasaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam budaya Tionghoa, setiap tindakan yang dilakukan saat Imlek diyakini dapat mempengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.

Berikut beberapa pantangan yang umum dihindari:

1. Menyapu atau Membuang Sampah

Menyapu dianggap sebagai tindakan "menyapu" keberuntungan keluar dari rumah. Sampah pun dianggap sebagai simbol pembuangan rezeki.

Sebaiknya lakukan bersih-bersih rumah sebelum hari Imlek tiba. Jika ada sampah yang perlu dibuang saat Imlek, sebaiknya dibungkus rapat-rapat dan dibuang setelah hari pertama.

2. Memakai Pakaian Berwarna Hitam atau Putih

Hitam dan putih sering dikaitkan dengan duka cita dan kematian dalam budaya Tionghoa. Oleh karena itu, kedua warna ini sebaiknya dihindari saat merayakan Tahun Baru yang penuh sukacita.

Pilihlah pakaian berwarna cerah seperti merah, emas, atau warna-warna terang lainnya yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

3. Mengucapkan Kata-kata Negatif

Kata-kata memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi energi di sekitar kita. Kata-kata negatif seperti "mati", "sakit", atau "bangkrut" dianggap dapat membawa energi buruk dan kesialan.

Lebih baik gantilah kata-kata negatif dengan kata-kata positif dan penuh harapan seperti "sehat", "kaya", atau "beruntung".

4. Memecahkan Barang

Pecahnya barang seperti piring atau gelas sering diartikan sebagai pertanda buruk atau nasib sial. Maka, berhati-hatilah dalam menata dan menggunakan barang-barang di rumah.

Jika tidak sengaja memecahkan sesuatu, segera bersihkan pecahannya dan ucapkan kata-kata positif untuk menangkal energi negatif.

5. Menggunakan Benda Tajam

Menggunakan pisau, gunting, dan benda tajam lainnya sebaiknya dihindari karena diyakini dapat "memotong" rezeki.

6. Berkelahi atau Menangis

Suasana Imlek seharusnya penuh kegembiraan dan harmoni. Oleh karena itu, hindari pertengkaran atau tindakan yang dapat merusak suasana.

Pantangan-pantangan di atas sebenarnya lebih kepada simbolisme dan kepercayaan.

Dengan menghindari pantangan ini, diharapkan dapat menciptakan suasana yang positif, penuh harapan, dan keberuntungan di awal tahun. Selain itu, mematuhi pantangan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan leluhur.

Kebiasaan Khas Menyambut Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan dengan meriah, tetapi juga sarat dengan makna dan simbolisme.

Masyarakat Tionghoa memiliki beragam kebiasaan unik yang dilakukan untuk menyambut tahun baru, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan harapan akan keberuntungan di tahun yang akan datang. Berikut ini adalah kebiasaannya

1. Bersih-bersih Rumah

Sebelum Imlek tiba, hampir setiap rumah Tionghoa akan melakukan bersih-bersih secara menyeluruh.

Kegiatan ini tidak hanya untuk menghilangkan debu dan kotoran, tetapi juga dipercaya untuk membersihkan energi negatif dan menyambut keberuntungan di tahun baru.

Pembersihan biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Imlek, bahkan setiap sudut rumah akan dibersihkan secara cermat.

2. Memasang Dekorasi Merah

Warna merah menjadi warna dominan dalam dekorasi Imlek. Lampion merah, kertas bertuliskan kaligrafi keberuntungan, serta hiasan lainnya akan menghiasi rumah dan tempat-tempat umum.

Warna merah melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan dipercaya dapat mengusir roh jahat.

3. Makan Malam Keluarga

Malam Tahun Baru Imlek adalah waktu yang sangat istimewa untuk berkumpul bersama keluarga. Hidangan yang disajikan pun memiliki makna simbolis.

Ikan, misalnya, melambangkan kelimpahan dan surplus. Sedangkan mie panjang melambangkan umur panjang. Adapun kue keranjang yang manis juga menjadi hidangan wajib, melambangkan kemakmuran dan kebersamaan.

4. Memberikan Angpao

Memberikan angpao atau hongbao merupakan tradisi yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak. Angpao berisi uang merah yang diberikan oleh orang tua atau orang yang lebih tua kepada anak-anak, ponakan, atau rekan sejawat, sebagai simbol keberuntungan dan harapan.

5. Festival Barongsai dan Petasan

Tarian barongsai dan suara petasan yang meriah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Barongsai dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan, sedangkan petasan dipercaya dapat mengusir Nian, monster mitos yang muncul pada malam Tahun Baru Imlek.

6. Kunjungan ke Klenteng

Banyak keluarga Tionghoa yang mengunjungi kelenteng untuk berdoa dan memohon berkah di tahun baru. Mereka akan membakar dupa, menyalakan lilin, dan memberikan persembahan kepada dewa-dewa.

Imlek adalah momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan kebersamaan. Tradisi-tradisi yang dilakukan, seperti saling mengunjungi dan memberikan angpao, semakin mempererat tali silaturahmi.

Di balik kemeriahan perayaan, Imlek mengajarkan kita tentang pentingnya nilai-nilai keluarga, saling menghormati, dan berbagi kebahagiaan. Selamat Tahun Baru Imlek! Gong Xi Fa Cai! (feb/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#kebiasaan khas imlek #imlek #Pantangan