Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cegah Siswi Hamil di Luar Nikah, SMA di Cianjur Rutin Gelar Tes Kehamilan

Jay Wijayanto • Jumat, 24 Januari 2025 | 15:56 WIB
Adakan tes kehamilan, SMA di Cianjur ini menjadi sorotan publik.
Adakan tes kehamilan, SMA di Cianjur ini menjadi sorotan publik.

RADAR SURABAYA - Salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Cianjur, Jawa Barat, disebutkan tengah melakukan tes kehamilan terhadap para siswinya. Hal ini tentunya menuai pro dan kontra dari banyak pihak. 

Dari keterangan pihak sekolah menyebutkan bahwa tes yang sempat dilakukan tersebut menyasar kepada 83 siswi, dimana 53 di antaranya dinyatakan negatif dan sisanya harus menjalani tes susulan.

Sarman, selaku kepala sekolah menyebutkan bahwa tes kehamilan itu merupakan salah satu kegiatan rutin selama dua tahun terakhir.

Di mana tes tersebut dilakukan sebanyak dua kali, setelah liburan semester dan pergantian tahun ajaran baru. 

Ia juga menyebutkan niat di balik rutinitas tes Kehamilan untuk para siswi adalah untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas di kalangan pelajar.

Sebab dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun lalu, sekolah sempat digegerkan dengan adanya salah satu siswi yang dikabarkan tengah hamil setelah menjalani liburan semester. 

“Jadi ada orang tua siswa yang datang, memberitahukan jika anaknya hamil, kemudian tidak melanjutkan sekolah. Makanya kita jalankan program ini untuk memastikan para siswi terhindar dari pergaulan bebas,” kata Sarman yang dikutip pada Kamis (23/1). 

Pihak sekolah menyebutkan, keberlangsungan tes ini dilakukan secara tertutup dan hasilnya tidak diumumkan karena hanya akan menjadi bahan evaluasi saja.

“Memang akan ada pro dan kontra. Tapi segi positif, tetap kami lakukan apalagi dari orang tua juga mendukung,” tambah Sarman. 

Menanggapi hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai bahwa program ini menjadi salah satu bentuk diskriminasi karena menganggap perempuan menjadi sebuah objek seksual semata. 

Komisioner KPAI, Ai Maryati, memberikan pandangannya terkait upaya preventif yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah untuk menjaga siswa siswinya dari pergaulan bebas. Seharusnya, dimulai dari pemberian edukasi dan literasi sebagai hal yang paling dasar. 

“Harusnya edukasi bagaimana caranya mencegah, bukan melakukan tes kehamilan. Karena fokusnya malah menjadi ke perempuan, sehingga mempengaruhi psikologinya. Meskipun tujuannya baik, tetapi implementasinya menjadi lain,” ujar Ai.

Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran dari dampak tes kehamilan pada siswi adalah terdapat ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. 

Sebab dalam kasus berikut ini, laki-laki juga memiliki peran yang sama dan menjadi salah satu penyebab terjadinya pergaulan bebas. Sehingga, mejadi tidak tepat jika hanya perempuan yang menjalani tes. 

Sementara itu, aktivis Perempuan Cianjur, Lidya Umar, juga turut menyayangkan adanya kebijakan sekolah yang mewajibkan siswinya mengikuti tes kehamilan.

Sebab menurutnya, pemberian edukasi tentang bahaya seks bebas kepada siswa siswi akan menjadi lebih bijak untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan. 

“Ya sangat disayangkan, harusnya cenderung ke pembinaan dan bukan sampai ke ranah tes. Karena itu ranah privasi yang harus dilindungi. Dampaknya ke psikologi anak,” tutur Lidya. (kum/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#kpai #tes kehamilan #jawa barat #siswi sma #cianjur