RADAR SURABAYA – Penemuan mayat perempuan di dalam sumur oleh warga Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara (NTB) menggegerkan warga setempat. Penemuan tersebut terjadi pada Minggu (19/1) sekitar pukul 13.30 WITA.
Korban diketahui berinisial S, 31, yang merupakan warga setempat.
Kejadian tersebut bermula saat saksi, Inaq Seli, selaku tetangga korban mencium bau menyengat dari sumur milik Bq. Sri Dewi Hastuti. Tidak hanya itu, ia juga mengaku melihat banyak lalat yang mengerubungi sumur tersebut.
Merasa ada kejanggalan, Inaq Seli kemudian mengunjungi rumah Jumadil, 40, untuk meminta bibit kacang panjang sekaligus membicarakan kecurigaannya. Mendengar hal tersebut, keduanya mengajak Lalu Rubai mengecek sumur tersebut.
Sesampainya di lokasi, Jumadil menemukan sosok mayat perempuan yang mengapung dalam keadaan telungkup dan sudah membengkak. Jumadil mengaku ia mengenali sosok tersebut sebagai adik kandungnya yang sudah dilaporkan menghilang sejak dua hari yang lalu.
Penemuan tersebut lalu dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan evakuasi jenazah. Tim Basarnas Lombok Timur kemudian baru berhasil mengangkat tuhbuh korban pada pukul 14.43 WITA.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Lombok Timur, Nicolas Oesman, menjelaskan bahwa kondisi korban saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
“Dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menolak autopsi karena menganggap kejadian ini sebagai musibah,” tutur Nicolas dalam keterangan tertulis.
Nicolas juga mengungkapkan bahwa keluarga korban telah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan meminta agar jenazah langsung dimakamkan.
Keterangan lebih lanjut dari orang tua korban, Lalu Rubai, S sedang mengalami depresi berat selama dua tahun terakhir.
Korban juga diketahui sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri, tetapi upaya tersebut berhasil digagalkan oleh keluarga.
Kondisi korban yang cukup parah itu juga sudah diupayakan proses penyembuhan oleh keluarga dengan dibawa ke Rumas Sakit Jiwa (RSJ) setempat. Namun, kondisi korban tetap tak kunjung membaik hingga kejadian memilukan ini terjadi. (kum/jay)
Editor : Jay Wijayanto