Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Puluhan Siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo Keracunan Masal Usai Nikmati Makan Bergizi Gratis, Kodim Akui Ayam Kurang Matang

Muhammad Firman Syah • Kamis, 16 Januari 2025 | 22:44 WIB

SUKOHARJO – Suasana di SDN Dukuh 03 Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mendadak mencekam. Kamis (16/1) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat justru berujung pada insiden keracunan massal.

Peristiwa ini bermula ketika menu makanan tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam waktu singkat, makanan itu disantap oleh ratusan siswa. Namun, tak lama berselang, sejumlah siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, dan bau tak sedap dari lauk ayam tepung yang disajikan.

"Beberapa siswa merasa mual, pusing, bahkan ada yang sampai muntah," ujar Kepala SDN Dukuh 03, Lilik Kurniasih.

Dari total 200 siswa di sekolah tersebut, sekitar 10 anak, mulai dari kelas 1 hingga 6, mengalami gejala mencurigakan. Menu yang disajikan hari itu berupa nasi putih, ayam tepung, sayur ca wortel tahu, buah naga, dan susu. Namun, ayam tepung menjadi tersangka utama setelah para siswa mengaku mencium bau basi dari lauk tersebut.

Kepanikan sempat melanda pihak sekolah, namun guru-guru segera menarik sisa makanan untuk menghindari korban tambahan. Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan petugas Puskesmas Sukoharjo Kota langsung dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan.

"Alhamdulillah, anak-anak langsung mendapat penanganan dan obat. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit," terang Lilik.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, mengungkapkan fakta mengejutkan. Kodim 0726 Sukoharjo, sebagai pihak pengelola SPPG, mengakui bahwa ayam tepung yang disajikan kurang matang.

"Ayamnya tidak matang. Sudah diakui oleh pihak Kodim," tegas Kunari.

Meski gejalanya terbilang ringan, kasus ini menjadi tamparan keras bagi program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak. Pasalnya, alih-alih memberi manfaat, insiden ini justru menimbulkan trauma bagi siswa dan orang tua.

Kejadian ini memunculkan seruan untuk mengevaluasi proses penyajian makanan dalam program MBG. "Keamanan makanan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kejadian serupa terulang," kata salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah, Kodim 0726 Sukoharjo, dan instansi terkait masih berkoordinasi untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Editor : M Firman Syah
#keracunan #Mbg #sukoharjo #siswa #Makan Bergizi Gratis