Geger Pria Tewas Gantung Diri di Wonosobo, Tinggalkan Secarik Surat Wasiat
RADAR SURABAYA - Warga Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan pria paruh baya yang tewas gantung diri. Korban diketahui warga Kecamatan Sapuran yang ditemukan oleh tetangganya sendiri.
Korban dilaporkan tergantung di jembatan desa menggunakan tali tambang sepanjang tiga meter pada Selasa (14/1) pukul 05.30 dini hari. Ditemukan pula secarik kertas di dalam jaket korban yang diduga berisi wasiat untuk keluarga.
Rekaman video penemuan jasad gantung diri itu sontak viral di jagat maya pada Selasa, (14/1). Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, memperlihatkan seorang pria paruh baya tewas tergantung di jembatan dengan jaket biru, kaos biru, dan celana jeans.
Kasi Humas Polres Wonosobo, Ipda Nanang Dwi Putro Wibowo, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Korban adalah TS, 49 tahun. Pertama kali ditemukan oleh saksi yang rumahnya dekat jembatan. Setelah itu, warga langsung melaporkan ke perangkat desa dan pihak kepolisian," paparnya.
Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Sapuran bersama pihak puskesmas melakukan evakuasi terhadap korban.
“Korban lehernya terikat menggunakan tali tambang panjangnya kurang lebih 3 meter warna putih. Usai dievakuasi, korban kemudian diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Sapuran,” imbuh Nanang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, terdapat bekas lilitan tali berwarna kebiruan di leher korban dengan lebar sekitar dua sentimeter. Selain itu, ditemukan adanya dislokasi tulang leher.
Kendati demikian, hingga kini belum diketahui alasan pasti korban melakukan aksi nekat tersebut. Menurut keluarga korban, selama ini korban tidak pernah bercerita apa pun atau melakukan tindakan yang mencurigakan.
"Keluarga korban maupun tetangga tidak mengetahui adanya masalah yang dihadapi korban. Tidak ada tanda-tanda atau cerita mencurigakan sebelumnya," ungkap Nanang.
Lebih lanjut, keluarga korban menolak adanya otopsi secara menyeluruh. Mereka lapang dada dan menerima peristiwa ini sebagai musibah.
Adanya kejadian ini membuat Polsek Sapuran menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di masyarakat.
"Kami harap peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Jika ada yang mengalami tekanan emosional, jangan ragu untuk berbicara atau mencari bantuan," tandasnya.
rnyataan ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga lingkungan sekitar untuk menciptakan ruang yang aman bagi mereka yang membutuhkan bantuan. (feb/jay)
Editor : Jay Wijayanto