Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Video Siswa SD Dihukum Belajar di Lantai di Medan Diduga Hanya Settingan, Ini Komentar Pihak Sekolah dan Keluarga

Jay Wijayanto • Rabu, 15 Januari 2025 | 22:39 WIB
Gambar CCTV yang menunjukkan seorang siswa belajar di lantai akibat tunggak SPP ternyata hanya settingan.
Gambar CCTV yang menunjukkan seorang siswa belajar di lantai akibat tunggak SPP ternyata hanya settingan.

RADAR SURABAYA - Kasus video viral siswa yang dihukum gurunya belajar di lantai akibat menunggak bayar SPP selama 3 bulan diduga hanya settingan.

Kasus ini bermula dari video viral yang memperlihatkan seorang siswa di SD Abdi Sukma di Kota Medan yang dihukum duduk di lantai karena menunggak SPP selama tiga bulan.

Video yang diunggah oleh akun tiktok @adiefwafi pada Sabtu (11/1) lalu itu telah ditonton lebih dari 600 ribu kali.

Namun, baru-baru ini ditemukan rekaman CCTV yang memperkuat dugaan bahwa kasus ini merupakan settingan yang dibuat oleh wali murid siswa yang bersangkutan.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah buka suara. "Sekolah ini adalah sekolah amal sosial membantu masyarakat yang kurang mampu, anak-anak yatim bersekolah di tempat kami sejak tahun 1963 sudah berdiri dan statusnya wakaf," jelas Ahmad Parlindungan, Ketua Yayasan yang menaungi SD Abdi Sukma dikutip pada Rabu (15/1).

Ahmad juga menegaskan bahwa pihaknya telah memberi SPP gratis untuk enam bulan kepada siswa pada Januari hingga Juni 2024, dan menetapkan SPP per bulan senilai Rp 60 ribu tiap siswa di bulan Juli hingga Desember 2024.

Menurut Ahmad, siswa berinisial MI yang sedang viral di media sosial ini disebut mendapat bantuan PIP termasuk adiknya yang sedang duduk di kelas 1 SD.

Ia mengatakan bahwa orang tua siswa tersebut, Kamelia, telah mengambil uang bantuan itu pada April dan Desember 2024.

Adapun berdasarkan rekaman CCTV dari sekolah, tampak MI sedang mendatangi seseorang yang diduga adalah ibunya, Kamelia, di pintu kelas.

Sesaat kemudian, MI berjalan ke belakang untuk mengambil sesuatu dan maju ke depan untuk duduk di lantai, kemudian timbullah keributan antara guru dan orang tua murid sebagaimana terekam pada video yang telah beredar.

Adapun terkait tuduhan settingan tersebut, Kamelia melalui pendampingnya, Ria Pintauli Sitorus, membantah hal itu.

Di lain sisi, Yani, kakak Kamelia ibunda siswa berinisial MI, mengkonfirmasi bahwa video yang beredar di media sosial merupakan settingan.

Ia telah meminta maaf atas kelakuan sang adik yang telah menghebohkan media sosial sampai mendapat bantuan dari beberapa influencer. Ia juga meminta maaf kepada puluhan wali murid.

Saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan kebenaran dari video yang beredar dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat. (mey/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kota medan #tunggak spp #Siswa Belajar di Lantai