Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Heboh Mobil Menteri RI 36 Arogan di Jalan hingga Patwal Tunjuk Pengendara Alphard, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sampai Bikin Klarifikasi

Jay Wijayanto • Jumat, 10 Januari 2025 | 21:11 WIB
Aksi Patwal mobil menteri RI 36 yang dinilai arogan, warganet beri dukungan pada taksi eksekutif yang melintas.
Aksi Patwal mobil menteri RI 36 yang dinilai arogan, warganet beri dukungan pada taksi eksekutif yang melintas.

RADAR SURABAYA – Aksi sopir taksi eksekutif yang melintas di jalanan Jakarta pada Kamis (9/1) lalu menjadi perbincangan hangat di media sosial lantaran dianggap memiliki nyali besar untuk menghalangi jalur lintasan mobil pejabat negara dengan nopol RI 36.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @txttansportasi yang memerlihatkan kondisi jalanan Jakarta yang padat.

Tampak motor polisi Patwal yang sedang berusaha untuk membelah jalanan dengan menyalakan lampu strobo untuk mobil pejabat negara bernopol RI 36 tersebut.

Namun, sebuah taksi eksekutif dengan mobil Toyota Alphard yang pada awalnya berbaris dengan mobil lain untuk menepi, terlihat malah berusaha mencoba menyalip mobil di depannya, sehingga menghalangi jalan Patwal yang ditugaskan membuka jalan bagi mobil menteri RI 36 itu.

Aksi tersebut tampaknya memancing amarah polisi Patwal yang mendadak memberhentikan motor di samping taksi eksekutif tersebut sembari menunjuk-nunjuk ke arah sopir taksi.

Etika tersebut tentunya menjadi sorotan banyak pihak dan memantik rasa penasaran netizen akan siapa sosok yang sedang berada di dalam mobil pejabat negara bernopol RI 36 tersebut.

“Arogan banget polisinya. Kayak yang dikawal bayar pajak saja,” tulis @admiralk*** di kolom komentar X @txttransportasi.

Baca Juga: Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat dari Caranya Bermedia Sosial, Begini Cara Mengetahuinya

Komentar lainnya juga tampak menghakimi mobil dinas RI 36 yang sedang melaju di belakang polisi Patwal.

“Apa perlu kita kompakan tidak ngasih jalan pada yang tetot tetot kecuali ambulan dan damkar,” tulis @aryabh*** masih dalam kolom komentar yang sama.

Menurut Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 134, terdapat setidaknya tujuh jenis kendaraan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan di jalan sesuai dengan urutannya.

Yang pertama adalah kendaraan pemadam kebakaran (damkar) yang sedang menjalankan tugas, kemudian mobil ambulans yang sedang mengangkut orang sakit, disusul kendaraan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.

Berikutnya, yang keempat adalah kendaraan pemimpin lembaga negara Republik Indonesia, dan kelima kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang sedang menjadi tamu negara.

Pada posisi keenam terdapat kendaraan yang sedang mengiringi mobil jenazah, dan yang terakhir ditempati oleh konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan kepolisian.

Terkait siapa yang sedang berada di dalamnya, menurut Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2015, terdapat setidaknya 42 unit mobil dinas dengan plat nomor khusus tanpa huruf seri yang dapat digunakan oleh pejabat negara.

Salah satunya adalah mobil bernopol RI 36 yang sebelumnya digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang saat itu dipimpin Budi Arie.

Namun di bawah Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming saat ini, telah diberlakukan adanya perubahan terhadap pemilik mobil pejabat yang menggunakan plat RI.

Mobil dengan plat RI 36 di kabinet Merah Putih saat ini diketahui digunakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang saat ini dipimpin oleh menteri Nusron Wahid.  

Usai ramai di medsos, Nusron Wahid pun akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa mobil dinas yang didapatnya dari Sekretariat Negara adalah RI 26. Itu pun jarang ia pakai.

Dikutip dari akun instagram resmi @nusronwahid milik menteri dari PKB itu, ia menyampaikan permohonan maafnya.

"Mohon maaf atas prasangka buruk tanpa tabayyun atas komentar netizen yang viral di media atau sosmed sehingga menimbulkan salah paham. Plat nomor yang kami terima dari Sekeretariat Negara RI 26. Itu pun jarang saya pakai. Saya lebih sering mengendarai mobil dengan plat nomor B 8588 ZH," tulisnya.

"Tapi saya bersyukur atas viral pemberitaan di media dan sosmed ini, pertanda Allah lagi menambah kesabaran saya -lebih lebih di bulan Rajab. Semoga Allah mengampuni dan mengurangi dosa2 kita semua. Amin Yaa Rabbal Alamin," lanjutnya.   

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak-pihak yang bersangkutan mengenai siapa yang sebenarnya yang sedang melakukan perjalanan dengan mobil dinas RI 36 tersebut. (kum/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#mobil dinas #RI 36 #budi arie setiadi #patwal #nusron wahid