RADAR SURABAYA-Banjir parah akibat hujan lebat melanda sejumlah kota di Arab Saudi pada Senin (6/1). Fenomena itu diperkirakan akan terus berlanjut selama berhari-hari mengingat depresi cuaca yang ekstrim.
Hal ini membuat Departemen Meteorologi Arab Saudi mengeluarkan peringatan merah untuk sejumlah kota besar seperti Mekah, Madinah, dan Jeddah pada Senin (6/1). Peringatan ini mengindikasi risiko tinggi terhadap keselamatan warga karena kondisi cuaca yang berbahaya.
Kawasan peringatan merah tersebut terkenal dengan kawasan banjir. Saat ini genangan besar terjadi di jalan-jalan akibat banjir parah yang melanda menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menyapu sebagian kendaraan.
Selain itu, kerusakan pada insfrastruktur seperti jalan raya dan jaringan listrik, turut dilaporkan.
Kantor berita Saudi Press Agency melaporkan, otoritas penyelamat kerajaan termasuk Otoritas Bulan Sabit Merah (Palang Merah) menjamin kesiapan operasional penuh bagi tim penyelamatnya untuk memastikan layanan ambulans tanpa gangguan dan intervensi cepat dalam menanggapi peringatan tersebut.
Selain itu, pihak berwenang Saudi memperingatkan warga untuk tetap hati-hati dan mengikuti petunjuk keselamatan, terutama daerah yang dilabeli peringatan merah.
Dinas Pertahanan Sipil turut mengimbau warga untuk menjauh dari lembah, dataran rendah, dan kawasan yang mudah tergenang air.
Menanggapi fenomena ini, peneliti Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, Prof. Dr. Erma Yulihastin menjelaskan bahwa banjir parah di Arab Saudi, khusunya di Mekah, dipicu pembentukan squall line yang persisten dan stasioner dari wilayah Jeddah menuju ke Mekkah dari sore hingga malam hari.
“Squall line terbentuk memanjang di pesisir-laut wilayah Mekkah dan sekitarnya,” ungkapnya dikutip pada Kamis (9/1).
Badai yang mengakibatkan hujan deras serta banjir parah di Arab Saudi dikategorikan dalam jenis badai konvektif (convective storm).
Badai ini secara visual dapat dilihat dari pola awan gelap berdampingan dengan terang, dan pergerakan awan gelap cenderung cepat bahkan berputar. (vio/jay)
Editor : Jay Wijayanto