RADAR SURABAYA - Sebuah video viral memampangkan aksi pengejaran rombongan kreak (geng motor) bersenjata tajam (sajam) di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Dalam video yang direkam oleh pengendara mobil itu, terlihat ia dengan sengaja menabrak salah satu dari rombongan kreak bersajam itu untuk memberi pelajaran.
Dalam video berdurasi 2 menit 14 detik yang diunggah oleh akun X @Jateng_Twit pada Selasa, (7/1) tersebut menayangkan rombongan kreak bersenjata tajam tengah mengendarai motor di sepanjang jalan persawahan daerah Ambarawa pada dini hari.
Pengendara mobil Honda Stream berinisial EP, 33, melakukan pengejaran di belakang mereka.
Salah satu dari rombongan kreak bahkan sempat menggeret-geret celurit di jalanan aspal untuk menakut nakuti.
Namun bukannya kesal, EP langsung merapatkan pengejaran hingga menyundul salah satu kendaraan dari rombongan kreak tersebut hingga oleng.
Namun anggota dari rombongan kreak tersebut masih saja sempat melemparkan celurit ke arah mobil EP dan mengenai kap mesinnya. Terlihat adanya lecet pada kap mesin mobil EP di salah satu video penangkapan pelaku.
Sebelumnya, EP pernah mengejar dan menabrak pengendara motor yang tengah berboncengan sembari membawa sajam hingga lari terbirit-birit di kawasan Exit Tol Bawen, Semarang pada Minggu, 15 Desember 2024 dini hari.
Namun pengejaran EP bersama temannya kembali lagi terjadi pada Selasa, 7 Januari 2025, dini hari.
Bahkan mereka berhasil menangkap salah satu dari anggota rombongan kreak di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut.
Video pengejaran kali ini viral kembali di sosial media seperti pada unggahan akun X @Jateng_Twit hingga mendapatkan 1,6 juta views.
EP mengatakan bahwa ia merasa geram dan resah atas munculnya rombongan kreak yang masih berkeliaran di jalanan sambil memamerkan senjata tajam.
Ia menduga rombongan kreak tersebut sempat berniat meneror dan mengganggunya setelah viralnya peristiwa pengejaran pertamanya di kawasan Bawen.
Hal ini dikarenakan EP sempat mendapat laporan dari teman-temannya bahwa rombongan pemotor bersenjata tajam kerap kali melewati daerahnya.
“Kemungkinan kebetulan, tapi menurut saya berbeda. Yang saya rasa, sudah pada tahu siapa yang waktu itu mengejar kreak-kreak itu, jadi pada mengganggu ke sini,” ungkap EP.
Walapun begitu, EP tidak menunjukkan rasa takut sama sekali. Peristiwa pengejaran kedua ini menjadi bukti atas keberanian EP menangkap para pelaku.
EP mengejar pelaku hingga blusukan ke jalan dan gang sempit daerah Ambarawa pada Selasa dini hari. Ia terus melakukan pengejaran hingga kawasan Alun-alun Ambarawa di daerah Tambakboyo.
Pada penghujung pengejarannya, terlihat di video satu anggota kreak bermotor yang berboncengan sampai menabrak trotoar di tengah pelariannya dan nyungsep di jalan.
Pemotor tersebut bangkit dan kembali melarikan diri, tapi EP masih dengan gigih mengejarnya. Dibantu oleh warga dan anggota perguruan silat Setia Hati Terate (PSHT), pelaku tertangkap di area Alun-alun Tambakboyo Ambarawa.
Polisi pun dihubungi dan datang ke lokasi untuk menangkap pelaku. Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengatakan, “Saat ini ada satu pelaku yang diamankan, enam orang lainnya sedang dalam pencarian karena melarikan diri," ulasnya.
“Untuk senjata tajam, ada dua celurit dengan panjang sekira 2 meter dan 1,5 meter," ungkap Ririh ketika menjelaskan tentang senjata yang dibawa oleh pelaku kreak.
Ririh mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial G. Mulanya, G bersama temannya, D, minum minuman keras di daerah Pojoksari Ambarawa. Kemudian datang empat orang lain, selanjutnya mereka berboncengan ke arah Tambakboyo.
Ririh mengungkapkan bahwa G bukanlah pemilik dari senjata yang ia bawa. Senjata tersebut milik teman-temannya yang datang saat itu. Namun hal tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada para pelaku yang masih dalam tahap pengejaran.
Ia juga menjelaskan bahwa G merupakan pelajar yang masih duduk di bangku salah satu SMK di Kabupaten Semarang. Namun di antara rombongan tersebut, ada juga yang putus sekolah. Kepolisian masih dalam proses penangan untuk mengetahui motif di balik aksi para pelaku kreak.
Video penangkapan ini pula dibagikan oleh @Jateng_Twit di akun X nya. Video menunjukkan pelaku yang tertangkap menangis dan lemas dikerumuni oleh banyak warga.
“Ketangkap dan lemes lur ????????” tulis @Jateng_Twit pada video yang dibagikan tersebut.
Ririh menghimbau para orangtua untuk selalu memantau pergaulan anak-anak mereka agar tidak hanyut dalam pergaulan negatif.
“Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau pelaku tindak kriminal, awasi dan pantau kegiatan anak di luar rumah," pungkasnya. (nis/jay)
Editor : Jay Wijayanto