Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ketua Umum FOPI Jatim Dwi Cahyo Kartiko Komitmen Kembangkan Petanque untuk PON 2028 dan Prestasi Lebih Baik

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 24 Desember 2024 | 11:35 WIB
Ketua Umum terpilih Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur, Dwi Cahyo Kartiko (kiri) dan Ketua PB FOPI Nurhasan.
Ketua Umum terpilih Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur, Dwi Cahyo Kartiko (kiri) dan Ketua PB FOPI Nurhasan.

RADAR SURABAYA - Dwi Cahyo Kartiko, Ketua Umum terpilih Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur, berkomitmen untuk membentuk kepengurusan yang solid guna mengembangkan olahraga petanque dan mempersiapkan tim terbaik untuk meraih prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

"Sebagai tim formatur, kami mencari pengurus yang totalitas dan siap berkomitmen penuh untuk FOPI Jatim.

Kami tidak memerlukan banyak orang, tetapi pengurus yang sedikit ini harus efektif, cepat bekerja, dan merupakan orang-orang terbaik dari Jawa Timur," ujar Dwi Cahyo setelah Musyawarah Provinsi (Musprov) Jatim di Gedung Auditorium Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin.

Dwi, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan serta guru besar di Unesa, menyatakan bahwa dalam waktu 30 hari ke depan, struktur kepengurusan FOPI Jatim akan segera rampung.

"Saat ini, sekitar 20 nama sudah masuk dalam daftar calon pengurus yang akan dikukuhkan setelah mendapat persetujuan dan tanda tangan dari Pengurus Besar (PB) FOPI," tambahnya.

Persiapan Tim Petanque Jatim untuk PON 2028

Terkait persiapan PON 2028, FOPI Jatim akan membentuk tim khusus yang akan bertanggung jawab memilih pelatih, atlet, serta menerapkan pendekatan berbasis sports science.

"Pelatih yang dipilih harus melalui fit and proper test. Kami akan berdiskusi dan membuka semua opsi, serta melibatkan pelatih terbaik untuk menangani tim Jatim.

Harapannya, kami bisa meningkatkan hasil PON sebelumnya, dengan dua emas, empat perak, dan dua perunggu," ujarnya.

Selain fokus pada pengembangan atlet dan pelatih, Dwi juga menekankan pentingnya memperbanyak kompetisi lokal,

seperti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), untuk menemukan bakat-bakat baru.

"Kompetisi yang rutin akan menciptakan ekosistem olahraga yang hidup.

Dengan demikian, regenerasi atlet akan berjalan baik, dan kami dapat mempersiapkan tim untuk PON 2028 dan bahkan Olimpiade," tambahnya.

 

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk Masukkan Petanque ke O2SN

Dwi juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan petanque dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pekan Olahraga Pelajar.

Ini diharapkan dapat mengembangkan bakat-bakat muda yang akan menjadi aset berharga di masa depan.

Apresiasi KONI Jatim terhadap Petanque

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi petanque yang berhasil meraih dua emas, empat perak, dan dua perunggu pada PON XXI.

Ia optimistis dengan dukungan pengurus baru, prestasi petanque Jawa Timur akan semakin meningkat.

"Saya yakin dengan pembinaan yang baik, serta perbanyakan kompetisi baik di level provinsi maupun nasional, petanque akan semakin berprestasi, termasuk dengan mengirim atlet ke event internasional," ujar Nabil.

Nabil juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus FOPI Jawa Timur sebelumnya yang telah berhasil mencetak prestasi gemilang dan berharap kepengurusan baru dapat menjaga momentum tersebut.

"Petanque memiliki potensi besar untuk menjadi prioritas. Dengan pembinaan yang tepat, cabang olahraga ini dapat terus berkembang," tutup Nabil.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Pengprov FOPI Jatim #Dwi Cahyo Kartiko #nurhasan #M Nabil #FOPI Jatim #KONI Jatim