Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Presiden Turki Erdogan Walk Out dan Senggol Kursi Prabowo saat Berpidato di KTT D-8, Kemlu: Lumrah dan Wajar

Jay Wijayanto • Selasa, 24 Desember 2024 | 00:06 WIB
Momen Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tertangkap kamera meninggalkan ruangan (walk out) saat Presiden Prabowo sedang menyampaikan pidato di KTT D-8 di Kairo, Mesir.
Momen Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tertangkap kamera meninggalkan ruangan (walk out) saat Presiden Prabowo sedang menyampaikan pidato di KTT D-8 di Kairo, Mesir.

RADAR SURABAYA – Jagat dunia maya dihebohkan dengan video yang merekam aksi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, diduga keluar ruangan (walk out) dan sempat menyenggol kursi Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) di New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12) lalu.

Video yang bikin geger publik ini salah satunya diunggah oleh akun X/Twitter @03__nakula pada Minggu (22/12).

Dalam video yang menampilkan Presiden Prabowo duduk di kursi berwarna biru sedang menyampaikan pidatonya. Diketahui Prabowo hadir bersama dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf.

Secara tiba-tiba, sekumpulan pria berjas biru berjalan melewati belakang kursi Prabowo yang diduga salah satunya merupakan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bahkan saking terburu-buru, Erdogan tampak menyenggol kursi Prabowo hingga kursi tersebut sedikit bergeser maju dari posisinya.

Video ini spontan viral hingga mendapat jumlah tayangan sebanyak 2,8 juta dari pengguna X/Twitter.

Berbagai macam spekulasi warganet seketika memenuhi kolom komentar tentang apa alasan Erdogan pilih walk out di tengah-tengah Prabowo menyampaikan pidatonya. 

“Malah Pak Erdogan keliatannya nyenggol kursi pak Prabowo ya??,” sebut @Ton***

“Koar2 soal pembelaan HAM rakyat palestina tapi pelanggaran HAM berat di Indonesia gk diurusin... Artinya.. Kita gk dihargai sebab kita gk punya integritas dan gak konsisten soal penyelesaian kasus pelanggaran HAM. Alias hanya Omon.. Omon.. Omon...,” kritik @Gat***

Viralnya video ini membuat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara dan menjelaskan bahwa pada saat itu, masing-masing delegasi di sebuah forum internasional sekelas KTT memiliki hak untuk menentukan kapan ketua delegasinya duduk di kursi delegasi ataupun meninggalkan ruangan.

"Sesuatu yang lumrah bahwa para ketua delegasi itu melakukan banyak pertemuan paralel pada saat pertemuan internasional, antara lain untuk melakukan pertemuan bilateral dengan ketua delegasi lain di ruangan lain," kata Juru Bicara Kemlu, Rollinsyah Soemirat alias Roy, yang dikutip Senin (23/12).

Roy menyebutkan bahwa kasus Erdogan ini merupakan hal yang lumrah untuk meninggalkan ruangan di tengah-tengah rapat sedang berlangsung.

"Jadi sifat keluar masuk ruangan meeting adalah hal yang lumrah untuk meeting internasional (termasuk di forum PBB)," lanjutnya.

Di sisi lain, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana menyebutkan peristiwa tersebut perlu adanya verifikasi lebih lanjut.

Ia menduga aksi Erdogan walk out kemungkinan bukan merupakan hal yang cukup serius.

“Bisa jadi Presiden Erdogan berdiri dan melewati belakang Presiden saat menyampaikan pidato karena ada hal urgen yang harus dibicarakan dengan staf beliau yang tidak berani langsung menemui Erdogan di tempat Erdogan duduk,” kata Hikmahanto, Minggu (22/12).

Meski begitu, Hikmahanto menambahkan pascakejatuhan Presiden Suriah Bashar al-Assad, terdapat dua belah pihak yang memiliki pandangan berbeda, yakni Turki dan mayoritas negara Arab, dengan Iran di sisi lainnya.

“Pidato Presiden sama sekali tidak menyentuh keberpihakan Indonesia atas dua pandangan yang berbeda ini. Justru Presiden meminta agar negara-negara Islam untuk bersatu demi kepentingan rakyat dan kemanusiaan,” tambahnya.

Diketahui isi pidato Prabowo saat itu sedang menyinggung persoalan situasi krisis kemanusaian yang sedang melanda Palestina, Suriah, dan Lebanon. Prabowo mendesak negara-negara muslim untuk bersatu dalam mendukung negara-negara tersebut.

“Ketika saudara kita kesusahan, kita memberikan pernyataan dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Maaf ini opini saya, tapi mari kita lihat realitasnya. Kita harus bekerjasama, menyamakan suara, dan tidak terpecah belah. Hak asasi manusia bukan untuk orang Muslim. Ini kenyataannya, sangat menyedihkan. Mari kita kerjakan apa yang kita bisa, tapi tetap lihat realitanya dan jujur dengan diri kita sendiri,” kata Prabowo, Kamis (19/12). (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#kemlu #KTT D 8 #kairo mesir #Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan #Presiden Prabowo