RADAR SURABAYA – Tim Subdit II Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jatim berhasil mengamankan pelaku penipuan casting iklan palsu yang juga menyebarkan konten tidak senonoh korban GN dan sejumlah korban lainnya. Penangkapan dilakukan pada Rabu malam (18/12) di Surabaya.
Direktur Res Siber Polda Jatim Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono membenarkan penangkapan tersebut. "Betul, pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa," ujarnya, Kamis (19/12).
Kasubdit II Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles P. Tampubolon menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan mengamankan beberapa barang bukti.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku menggunakan modus casting iklan palsu dari agensi fiktif. Korban diajak untuk melakukan sesi foto dengan dalih kebutuhan iklan.
Sebelum pemotretan, korban diminta mengganti pakaian di kamar yang telah dipasangi kamera tersembunyi oleh pelaku.
Video-video hasil rekaman tersebut kemudian dijual melalui Telegram, X (Twitter), atau secara langsung dalam bentuk file digital.
Salah satu korban, GN, 29, mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpanya pada tahun 2017 itu.
Saat itu, GN mendapat tawaran untuk mengikuti casting iklan produk snack terkenal. GN sempat mendatangi lokasi pengambilan foto di Gresik, lalu dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Selanjutnya, GN diminta datang ke sebuah apartemen di Surabaya Barat. Ia berangkat bersama tiga temannya.
Setibanya di apartemen, GN disuruh mengisi daftar hadir dan berganti pakaian di kamar yang telah disediakan pelaku. GN melihat sebuah kamera handycam terpasang di atas lemari kecil di kamar tersebut.
"Saya langsung melempar pakaian ke arah kamera dan keluar untuk mengganti baju di kamar mandi," ujar GN. Setelah itu, GN ditemani temannya karena merasa ada kejanggalan.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pemkot Surabaya Dapat Pujian Wamendagri
Saat sesi pemotretan berlangsung, pelaku meminta GN melakukan adegan tidak senonoh, seperti pose membelakangi kamera dan membuat suara tertentu. GN juga diminta berpose di balkon sambil memakan permen dengan ekspresi sensual.
Setelah merasa ada yang tidak beres, GN memutuskan segera pamit dan meninggalkan apartemen. Ia kemudian mengetahui bahwa video dirinya saat berganti pakaian tersebar di media sosial, setelah mendapat pesan dari korban lain melalui Instagram.
GN berharap pelaku segera ditangkap untuk mencegah korban lainnya. "Saya merasa sangat terganggu, terutama karena video saya tersebar. Identitas saya pun terlihat jelas," ujarnya.
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dua saksi korban. "Proses penyelidikan sedang berjalan, kami masih menggali keterangan lebih lanjut," katanya. (*)
Editor : Lambertus Hurek