RADAR SURABAYA – Kasus pembunuhan kembali menyeret korps kepolisian. Kali ini Brigadir AK diduga melakukan kasus pembegalan mobil dan membunuh pengemudinya berinisial BA, 31, yang jasadnya ditemukan di perkebunan sawit wilayah Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Jumat (6/12) lalu.
Sebelumnya, warga Bukit Batu dihebohkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di perkebunan sawit yang diperkirakan telah berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) selama satu pekan.
“Pada Minggu pagi (1/12), dua orang saksi sedang membersihkan lahan di sekitar kebun kelapa sawit tersebut. Setelah sore harinya, ketika dalam perjalanan pulang, keduanya mencium aroma busuk,” kata Kapolsek Katingan Hilir, Iptu Affan E Batubara, dikutip Jumat (13/12).
Diceritakan, awalnya dua orang warga sekitar curiga dengan aroma busuk yang menyengat saat sedang membersihkan lahan di sekitar kebun sawit. Namun setelah seminggu kemudian pada Jumat (6/12), mereka menemukan mayat pria tanpa identitas. Ternyata aroma busuk yang mereka cium seminggu lalu berasal dari mayat tersebut.
“Kedua orang saksi tersebut tiba-tiba menemukan sesosok mayat yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dewasa tanpa identitas. Mereka berdua langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Katingan Hilir,” lanjutnya.
Adanya temuan ini mereka laporkan ke Polsek Katingan Hilir yang langsung mengevakuasi mayat tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mas Amsyar Kasongan. Setelah ditelusuri, bukti mengarah kepada Brigadir AK, anggota Polresta Palangka Raya yang menjadi terduga pelaku dibalik penemuan mayat tersebut.
Hal ini diungkap oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Erlan Munaji pada Jumat (13/12).
Erlan mengungkapkan bahwa korban tewas dibunuh saat memarkirkan mobil di Jalan Tjilik Riwut di pinggir jalan Trans-Kalimantan.
Mulanya, terduga pelaku Brigadir AK mendatangi korban dan membunuhnya yang kemudian mayatnya ia buang di perkebunan sawit. Setelahnya, pelaku langsung kabur dengan mengendarai mobil korban.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku yang dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Tengah serta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalimantan Tengah.
"Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan adil sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. Jika terbukti akan dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan menggunakan metode scientific crime investigation. Apakah keterlibatan terduga pelaku juga akan kami dalami," kata Erwan.
Adanya kasus ini kembali menggemparkan jagat dunia maya. Salah satunya diunggah pada akun X/Twitter @Dandhy_Laksono pada Kamis (12/12). Cuitan tersebut viral hingga dilihat lebih dari 243 ribu pengguna dengan beragam komentar dari warganet.
"Anggaran gila gilaan, prestasi delosor, pemeriksaan pelaksanaan belanja anggaran ga ada yg berani melakukan pemeriksaan layaknya jaman kasus simulator SIM dulu," @lan***
"Banyaknya kasus yang melibatkan anggota Polri sebenarnya sudah cukup menjadi pertimbangan buat presiden untuk mereformasi Polri," @Raz***
"Dah lah gak usah pake sebutan Oknum..kalo mau jujur tuh oknum di adili dan dipecat, hampir habis anggotanya, paling sisanya tinggal yang baru pada lulus akpol," @Cif*** (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto