RADAR SURABAYA – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang kakek tengah cekcok dengan petugas bus lantaran salah menaiki bus TransJakarta khusus perempuan.
Meskipun petugas telah menegur dengan baik, kakek tersebut tetap ngotot tidak mau turun dan meneruskan perjalanan.
Video tersebut menjadi viral di media sosial usai diunggah oleh akun TikTok @im.nopnop pada Senin (9/12).
Dalam video memperlihatkan petugas wanita yang mengenakan baju putih lengan panjang dengan rompi dan jilbab serba biru berbicara dengan hati-hati kepada kakek yang duduk di kursi penumpang.
“Mohon maaf Pak ini bus khusus perempuan, Pak,” tegur petugas wanita.
Bukannya turun, kakek tersebut ngotot untuk tetap berada di bus. Dia bahkan mengaitkan dengan Pilkada yang menurutnya salah tetapi masih berlaku.
“Terus apa bedanya sama laki-laki? Kemarin jelas-jelas sudah salah, Pilkada tetap berlaku tahu nggak,” kata kakek-kakek yang tidak diketahui namanya itu.
Petugas wanita masih bersikap sabar menghadapi kakek tersebut dengan tidak lupa untuk terus mengucapkan kata maaf ketika menegur.
Dia juga telah memperingati bahwa bus tidak akan berjalan jika kakek tersebut tetap ngotot naik.
Namun bukannya memilih turun, kakek tersebut malah ngotot bahwa dirinya akan tetap berada di bus hingga sore hari.
“Ya biarin sampai sore saya di sini,” ujarnya.
Video itu menjadi viral di media sosial hingga mendapat 1,4 juta penayangan dan banjir komentar dari netizen.
Beberapa netizen juga terlihat masih belum mengetahui bahwa ada bus yang dikhususkan bagi penumpang perempuan.
“Bapak nya udah terlanjur malu salah naek bis, jd keukeuh ga mau turun,” tulis akun @Mpu***
“Masih bnyk ya yg blm tau tj pink buat cwe , makin tua emng makin kaya anak kecil ya harus sabar ngadepin nya salut mbak nya sesabar itu,” tulis akun @Rii***
“Serius ada bus TJ khusus perempuan?” tulis akun @lyl***
TransJakarta berwarna pink merupakan bus yang dikhususkan untuk penumpang perempuan.
Pengadaan bus khusus perempuan ini merupakan wujud antisipasi tindakan pelecehan kepada penumpang perempuan yang marak terjadi di transportasi umum, khususnya di Jakarta. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto