Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Korban Hilang Tenggelamnya KLM Fajar Lorena Sari di Selat Madura Ditemukan Tewas, Total 70 Penumpang Selamat, 3 Meninggal Dunia

Jay Wijayanto • Selasa, 10 Desember 2024 | 23:30 WIB
Detik-detik evakuasi korban tenggelamnya KLM Fajar Lorena Sari di perairan Situbondo.
Detik-detik evakuasi korban tenggelamnya KLM Fajar Lorena Sari di perairan Situbondo.

RADAR SURABAYA – Kapal Layar Motor (KLM) Fajar Lorena Sari mengalami insiden tenggelam di Selat Madura saat melakukan perjalanan dari Pelabuhan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, menuju Pelabuhan Kalbut, Kabupaten Situbondo, Minggu (8/12).

Total 70 penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal lain dan 3 orang tewas. Satu orang korban yang sempat hilang ditelan laut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (10/12).

"Total semua penumpang termasuk ABK (Anak Buah Kapal) berjumlah 73 orang. Dari jumlah itu 5 di antaranya merupakan ABK," kata Komandan Tim Operasi SAR, Basarnas Pos Jember, Jefri, Selasa (10/12).

Jefri mengungkapkan bahwa 69 orang penumpang selamat saat ini telah dipulangkan ke rumah atau keluarga tujuan masing-masing. Satu penumpang selamat lainnya masih harus mendapat penanganan medis dikerenakan kondisi kesehatan yang kurang bagus.

"Satu orang penumpang harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit karena kondisi kesehatannya kurang bagus pasca insiden tenggelamnya kapal itu," pungkas Jefri.

Insiden tenggelamnya KLM Fajar Lorena Sari disebabkan lepasnya papan kapal karena hantaman ombak.

Pada saat itu diketahui kondisi cuaca ekstrem hingga membuat kapal terombang-ambing oleh ombak dan angin kencang. Akibat papan kapal lepas maka air laut masuk ke kapal hingga membuat mesin mati yang berimbas pada karamnya kapal tersebut.

Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan bahwa korban tewas pada tragedi ini telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep membantu transportasi pemulangan jenazah dan memberikan biaya pemakaman. Untuk puluhan korban lain diberikan bantuan berupa sembako dari BPBD Sumenep.

Korban terakhir yang berhasil ditemukan hari ini setelah dinyatakan hilang adalah Mahnia, 65, warga Desa Perambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.

Korban terbawa arus laut Selat Madura selama dua hari. Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengapung di tepi pantai pulau Raas, salah satu pulau dari gugusan pulau di timur Madura.

"Setelah ditemukan di Pulau Raas, Tim SAR berkomunikasi dengan petugas di sana untuk memastikan dulu," kata Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukardimayasa, Selasa (10/12).

Detik-detik evakuasi KLM Lorena Sari ini sempat terekam video dan diunggah di akun media sosial Instagram @lovemadura pada Minggu (8/12). Unggahan tersebut menuai sorotan publik hingga mendapat lebih dari 5,6 ribu likes dan ratusan komentar dari warganet.

“Smg yang mninggaal Husnul Khotimah,” tulis @mam***

“kan udh tahu cuaca lagi buruk. Masih saja di trabas. Udh dari beberapa hari yg lalu deh ada peringatan cuaca lg gak bagus utk transportasi kapal,” @laa***

“klu kejadian kaya gini ..intinya tenang pakai pelampung klu bisa leher masuk ban ..insyaallah aman,” @ari*** (ang/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kapal tenggelam #KLM Fajar Lorena #kapal karam #selat madura