KEMBANG JEPUN - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa seluruh pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN), baik di tingkat dasar hingga tinggi, wajib menerapkan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Taufiq menyampaikan bahwa penggunaan AI dapat menggantikan proses-proses manual dan membantu ASN untuk bekerja lebih efektif dan efisien.
Taufiq menekankan bahwa teknologi AI dan teknologi informasi kini sudah menjadi kebutuhan dalam berbagai sektor, termasuk dalam pelayanan publik. LAN, yang memiliki kewenangan untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan kompetensi ASN, menjadikan penerapan AI sebagai bagian dari setiap pelatihan yang mereka selenggarakan.
"ASN bisa bekerja lebih baik lagi dengan menggunakan AI untuk menggantikan semua proses manual," ujar Muhammad Taufiq di Jakarta, Selasa.
Dengan menerapkan kecerdasan buatan dalam pelayanan publik, alumnus Universitas Jember (Unej) ini yakin bahwa pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan mudah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Kami mewajibkan semua ASN, mulai dari pelatihan dasar hingga pelatihan kepemimpinan yang tertinggi, untuk memahami dan menggunakan teknologi AI," jelasnya.
Tantangan dan Peluang Penggunaan AI di Kalangan ASN
Meskipun demikian, Taufiq mengakui bahwa tidak semua ASN saat ini sepenuhnya memahami AI. Oleh karena itu, LAN berupaya memberikan pemahaman yang mendalam mengenai penggunaan kecerdasan buatan kepada ASN. "Teknologi harus bisa menghasilkan pelayanan yang lebih baik, lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih bermartabat bagi masyarakat," tambahnya.
Taufiq juga menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia, karena manusia tetap memiliki keunikan dalam berbagai aspek, seperti kreativitas, empati, keterampilan kognitif tingkat tinggi, dan pertimbangan etika yang sulit digantikan oleh mesin.
Dengan terus berupaya meningkatkan kompetensi ASN, LAN berharap dapat mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik yang lebih efisien dan modern. Taufiq menegaskan, "AI akan mempermudah pekerjaan, tetapi esensi pelayanan publik yang humanis tetap akan dijaga." Pungkasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan