Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

3 Program Mudik Gratis Nataru 2024/2025 dari Kemenhub, Puncak Arus Mudik Diperkirakan pada 24 dan 31 Desember

Jay Wijayanto • Kamis, 5 Desember 2024 | 20:00 WIB
ilustrasi lalulintas padat saat mudik.
ilustrasi lalulintas padat saat mudik.

RADAR SURABAYA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi meluncurkan program mudik gratis untuk mendukung kelancaran pergerakan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Sehubungan dengan itu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 24 dan 31 Desember 2024, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 1-2 Januari 2025.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa program mudik gratis ini bertujuan untuk mengurangi beban transportasi masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.

Program ini melibatkan tiga moda transportasi yakni darat, kereta api, dan laut, dengan total kapasitas mencapai 38.772 penumpang dan 2.320 sepeda motor.

"Kementerian Perhubungan menyediakan tiga program mudik gratis pada masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan total kapasitas 38.772 penumpang dan 2.320 sepeda motor," ujar Dudy dalam rapat di Jakarta, Rabu (4/12).

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, pemerintah menyediakan 11 rute tujuan dari Jakarta ke berbagai daerah, termasuk Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Program ini melibatkan 88 unit bus dan dua truk pengangkut motor dengan kapasitas total mencapai 3.500 penumpang.

Sementara itu, moda kereta api menawarkan layanan gratis pada rute Jakarta Gudang–Lempuyangan, mencakup sejumlah stasiun seperti Cirebon Prujakan, Purwokerto, dan Kutoarjo.

Kapasitasnya mencapai 5.300 penumpang dan 2.320 sepeda motor, dengan periode angkutan motor gratis berlangsung selama sepuluh hari.

Kemudian, di sektor transportasi laut, pemerintah menyediakan 100 trayek pelayaran pulang-pergi (PP) yang mampu menampung hingga 29.972 penumpang.

Periode Nataru tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu momen dengan pergerakan masyarakat terbesar. Berdasarkan survei Kemenhub, potensi pergerakan masyarakat selama 22 hari, dari 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025, mencapai 110,67 juta orang.

Sebagian besar pergerakan ini diperkirakan terjadi di Pulau Jawa, termasuk wilayah aglomerasi.

Dari jumlah tersebut, diketahui alasan masyarakat berpergian dalam masa NATARU yakni 45,6 persen perjalanan dilakukan untuk liburan, sementara 32,36 persen masyarakat akan pulang kampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Hanya 2 persen untuk tugas atau pekerjaan.

Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada dua gelombang, yaitu Selasa, 24 Desember 2024, dan Selasa, 31 Desember 2024. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Rabu dan Kamis, 1-2 Januari 2025.

Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi tingginya volume perjalanan pada tanggal-tanggal tersebut.

“Sebagian besar pergerakan masyarakat terjadi di Pulau Jawa, termasuk aglomerasi. Jumlah inilah yang kami antisipasi,” ujar Dudy.

Tantangan lain yang juga menjadi perhatian adalah cuaca. Menko PMK Pratikno dalam rapat koordinasi menyebutkan bahwa pemerintah harus mempersiapkan mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan.

"Tantangan pertama adalah kita memasuki musim hujan. Kemudian juga ada potensi bencana hidrometeorologi. Sehingga, hujan berlebih dan lain-lain itu juga harus kita antisipasi," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program mudik gratis ini dan terus memantau informasi terkini dari pemerintah demi kelancaran perjalanan selama periode mudik. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (sas/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#libur nataru 2024 #Kemenhub #mudik gratis #Kementerian Perhubungan