RADAR SURABAYA – Sebuah video yang menampilkan penyanyi muda Niken Salindry tengah beraksi di panggung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video yang mulanya diunggah oleh Ricky Kardjono dan diunggah ulang oleh Hafidz Alattas pada 3 Desember 2024, Niken terlihat melakukan aksi mulia dengan memborong dagangan seorang pedagang es teh dan es jeruk di tengah konsernya.
Dalam video tersebut, setelah menyanyikan beberapa lagu, Niken Salindry memanggil pedagang es teh dan jeruk yang terlihat mengais rezeki di tengah kerumunan penonton. Dengan anggun dalam balutan kebaya, ia bertanya kepada pedagang itu, “Mas, Mase sing bakul teh sama es jeruk sini (Mas, mas yang jualan es teh dan jeruk ke sini). Itu totalnya berapa semua? Seratus ribu, oke."
Niken kemudian menyerahkan uang Rp100 ribu kepada pedagang tersebut lewat perantara penonton yang ada tepat di depan panggung. Ia juga mempersilakan para penonton untuk mengambil minuman secara gratis. Para penonton pun segera berlomba mengambil es teh dan es jeruk yang tersedia.
“Semuanya boleh ambil itu, ya? Yang mau ambil, ambil saja,” ujarnya.
Alasan Niken memborong habis es teh dan es jeruk tersebut adalah karena Ia ingin mengajak sang pedagang untuk berjoget bersama dan tidak perlu repot-repot berjualan lagi.
“Sampeyan melok njoget ya Mas, wis gak usah bakulan (Kamu ikut berjoget ya Mas, enggak usah jualan lagi),” katanya dengan tulus, disertai doa agar pedagang itu selalu sehat dan dagangannya laris manis di masa depan.
Video ini menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 879 ribu kali dengan 13 ribu tanda suka serta ribuan komentar di Twitter. Banyak netizen memuji aksi sederhana namun bermakna dari Niken, serta membandingkan tindakan Niken dengan kontroversi Gus Miftah baru-baru ini.
“‘Sampeyan melu njoget yo mas, wes gak usah bakulan’ - definisi memanusiakan manusia,” tulis akun @n***.
“Memanusiakan manusia itu lebih terpuji ketimbang ceramah ngalor ngidul tapi sambil ngata-ngatain orang,” komentar akun @b***.
“Mbak Niken Salindry masih SMA, tapi justru hal-hal kecil yang dilakukannya bisa jadi inspirasi untuk yang lebih tua, khususnya saya, agar tetap memanusiakan manusia,” tambah akun @o***.
Beberapa jam sebelum video lama Niken ini viral, Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, menjadi sorotan karena mendapat banyak kecaman dari publik. Banyak netizen kemudian membandingkan aksi welas asih Niken dengan sikap yang mereka nilai kurang berempati dari Gus Miftah.
Niken Salindry bukan nama asing di dunia seni tradisional Jawa. Sinden muda berbakat asal Kediri, Jawa Timur, ini lahir pada 29 Juni 2008 dari pasangan Ki Degleng Gondosupono, seorang dalang kondang di daerahnya.
Bakatnya mulai terlihat sejak usia 2 tahun ketika ia tampil sebagai sinden dalam pementasan wayang bersama sang ayah. Pada usia 4 tahun, ia mulai sering diundang ke berbagai pementasan besar. Namanya semakin dikenal setelah mendaur ulang lagu Mangku Purel dalam versi campursari pada 2023, yang membuatnya populer di kalangan masyarakat luas.
Meski usianya masih muda, Niken kerap menunjukkan sikap dewasa melalui tindakan-tindakan kecil yang membawa dampak besar. Aksi memborong dagangan di tengah konser ini menjadi bukti lain bagaimana ia memanfaatkan popularitasnya untuk membawa kebaikan kepada orang lain.
Tindakan Niken Salindry mengingatkan pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah popularitas dan jadwal padatnya, ia mampu menyisipkan aksi yang menyentuh hati banyak orang. Tindakan sederhana seperti membantu pedagang kecil di tengah kerumunan bisa memberikan dampak yang luar biasa, baik bagi si penerima maupun mereka yang menyaksikan. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto