RADAR SURABAYA – Fakta baru pada kasus penembakkan siswa SMKN 4 Semarang, almarhum Gamma Rizkynata Oktafandy, 17, yang tewas ditembak anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin (RZ), Minggu (24/11) lalu.
Kini beredar video rekaman CCTV dari salah satu minimarket di Jalan Penataran, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Video detik-detik insiden penembakan yang terekam CCTV ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @folkmedsos pada Senin (2/11).
Dalam video, nampak jika Aipda RZ memberhentikan motornya yang berjenis PCX atau NMAX di seberang jalan minimarket.
Tak lama kemudian satu kendaraan motor melintas, yang membuat Aipda RZ memarkirkan motornya dengan posisi melintang di tengah-tengah jalan dengan niat menghadang jalur kendaraan berikutnya.
Saat tiga kendaraan motor lainnya melintas, RZ meluncurkan beberapa tembakan ke arah tiga motor tersebut.
Terekam dalam video, Aipda RZ nampak terhuyung dan berjalan sempoyongan sebelum kembali naik ke motornya dan menyusul para pengendara sebelumnya yang salah satunya ditumpangi korban.
Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan pengakuan terduga pelaku, yang berkata jika korban sempat melakukan perlawanan.
“Kalau dari Tabes (Polrestabes Semarang) kan bilang (korban) melawan dan ditembak. Nah ini ada videonya kok, melawan atau nggak. Ini di depan Alfamart ,” ucap kerabat korban, Selasa (3/12).
Kerabat korban mengungkapkan jika dirinya telah melakukan pencarian CCTV yang sekiranya merekam dugaan aksi tawuran yang melibatkan korban. Namun saat ditelusuri, ia tidak menemukan bukti-bukti adanya tawuran, hanya kendaraaan yang memang dikejar.
“Senin saya cari (CCTV) sendiri di Paramount nggak ada kejadian di area Alfamart itu, yang lokasi juga nggak ada, cuma ada kendaraan memang dikejar,” lanjutnya.
Pihak keluarga korban meyakini jika korban tidak memberikan tanda-tanda terlibat anggota gangster hingga melakukan tawuran. Hal ini karena korban dikenal sebagai anak pendiam.
“Anaknya rajin salat, di samping itu nggak pernah pulang malam, kecuali sekitar 2 minggu lalu saat mau ada lomba Paskibra. Biasanya paling lama 23.00 WIB atau 00.00 WIB,” sambung si kerabat.
Dalam rapat bersama Komisi III DPR membahas kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang pada Selasa (3/12) menghadirkan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar.
Dalam rapat tersebut, Irwan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan meminta maaf atas adanya kejadian tersebut.
“Kami pada kesempatan ini, menyampaikan sekali lagi ucapan bela sungkawa kami atas nama kepolisian Polrestabes Semarang, atas berpulangnya ananda Gamma, akibat ulah dan perbuatan yang tidak profesional dari anggota kami. Kami sebagai atasan Brigadir R, pada kesempatan ini memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya warga kota Semarang, terlebih keluarga besar ananda Gamma,” ucap Irwan.
Tak hanya itu, Irwan mengakui jika anggotanya melakukan tindakan lalai dan teledor hingga menghilangkan nyawa warga sipil. Oleh karena itu, Irwan siap bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas tindakan anggotanya tersebut.
“Anggota saya Brigadir R telah mengabaikan prinsip-prinsip penggunaan kekuatan, abai dalam menilai situasi, teledor dalam menggunakan senjata api, dan telah melakukan tindakan excessive action, tindakan yang berlebihan. Sepenuhnya saya siap bertanggung jawab, saya siap dievaluasi, saya siap menerima konsekuensi dari peristiwa ini,” lanjutnya.
Selanjutnya, Irwan mulai menjabarkan peristiwa yang tertangkap kamera CCTV dari pandangan kepolisian.
Irwan mengungkapkan jika rombongan yang salah satunya ditumpangi korban G memang membawa senjata tajam dan tengah melakukan pengejaran pada satu kendaraan di depannya.
“Ada kendaraan yang dikejar kendaraan lain. Di mana si pengejar ini membawa senjata tajam. Inilah kemudian yang disaksikan oleh anggota yang berniat untuk mengejar. Namun yang dikejar ini kemudian masuk gang, kira-kira 100 meter dari persitiwa ini,” kata Irwan.
Hal ini kemudian membuat terduga pelaku melakukan pengamanan hingga terpaksa menembakkan senjata apinya.
“Ini karena melihat ada yang dikejar pak, bermaksud akan mengejar mengikuti rombongan yang tadi, yang bawa sajam. Dia (Aipda RZ) kemudian mengejar tiga motor tadi yang bawa sajam itu. Nah posisi almarhum di peritiwa ini ada di motor kedua posisi di tengah,” sambungnya.
Viralnya rekaman CCTV tuai beragam komentar dari warganet. Tak hanya berpihak di sisi korban, beberapa di antaranya pasca melihat rekaman CCTV menganggap sang polisi wajar meluncurkan tembakan jika benar rombongan remaja tersebut membawa senjata tajam.
“GAIS KAWAL TERUS INI K3ASUS! JANGAN SAMPE KELUARGA KALIAN NGALAMIN SEPERTI INI YA,” @rec***
“Tetap diluar SOP itu polisi nembak KORBAN smpe TEWAS saja sudah salah!,” @adi***
“Jam segitu bocah apa sih keluyuran? Ya jelas dicurigai oleh petugas. Apalagi kalau rombongan+bawa sajam, jangankan polisi, saya juga pasti mikirnya itu kreak, jelas di-dor lah,” @rai*** (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto