Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aksi Demo Aliansi Mahasiswa Papua di Jogja Berujung Ricuh, Massa Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

Jay Wijayanto • Senin, 2 Desember 2024 | 13:25 WIB
Massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menggelar aksi demo di jalan Kusumanegara, Yogyakarta pada hari Minggu (1/12).
Massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menggelar aksi demo di jalan Kusumanegara, Yogyakarta pada hari Minggu (1/12).

RADAR SURABAYA – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua menggelar aksi demo mahasiswa di Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, hari Minggu (1/12). 

Mereka membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Namun, aksi demo yang awalnya berlangsung damai menjadi ricuh setelah insiden pengibaran bendera yang kontroversial. 

Aksi demo ini berlangsung sejak pukul 09.30 WIB. AMP memenuhi kawasan pertigaan jalan Kusumanegara.

Dalam orasinya, para demonstran menyuarakan penolakan program transmigrasi ke Papua, menolak kebijakan Otonomi Khusus, dan meminta pemerintah untuk menghentikan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Papua.

“Program ini merupakan bentuk penghancuran secara perlahan terhadap keberadaan orang asli Papua. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan ini berusaha lepas tangan atas masalah pemiskinan struktural yang terjadi akibat perampasan tanah di berbagai wilayah,” kata salah satu peserta aksi.

Selain itu, AMP juga menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan Jokowi.

Mereka mengkritik PSN sebagai langkah pembangunan industri dan infrastruktur bernilai investasi tinggi yang dikelola bersama oleh pemerintah dan oligarki.

Aksi ini juga menjadi bagian dari peringatan hari kemerdekaan Papua bagi AMP yang memicu perhatian publik. 

Awalnya, AMP yang menggelar long march sejak pukul 12.30 WIB di sepanjang Jalan Kusumanegara berjalan tertib.

Mereka membawa poster berisikan pesan-pesan yang menyoroti isu-isu di Papua, dan menyampaikan orasinya di Simpang Tiga Jalan Kusumanegara, dekat Taman Makam Pahlawan.

Kericuhan mulai terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.40 WIB, ketika massa demonstran yang diminta untuk menyelesaikan aksi demo dan membubarkan diri malah tetap bertahan di lokasi.

Ketegangan semakin memuncak ketika salah seorang demonstran terlihat mengibarkan bendera yang bukan bendera Indonesia. 

Aparat kepolisian segera mengambil tindakan untuk mengamankan situasi dan membubarkan massa yang bertahan. Namun, upaya aparat ditentang dengan perlawanan dari massa AMP yang berakhir dengan bentrokan.

Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Nugroho Arianto, mengatakan bahwa pihaknya telah mengupayakan pendekatan yang bersifat persuasif sejak awal aksi berlangsung. 

 “Kami sudah mengingatkan dan memberikan waktu kepada massa untuk menyelesaikan aksinya sesuai izin yang diberikan. Namun, mereka tetap bertahan, sehingga kami harus mengambil langkah tegas demi menjaga ketertiban umum,” ujar Nugroho.

Bentrokan antar massa dengan aparat juga menyebabkan gangguan lalu lintas di sekitar Jalan Kusumanegara. Akibatnya beberapa pengendara harus memutar ke jalur alternatif untuk menghindari area bentrokan.

Beruntung, situasi di lokasi kejadian akhirnya kembali kondusif setelah massa berhasil dibubarkan sekitar pukul 18.30 WIB.

Aparat kepolisian juga terus berjaga di lokasi untuk memastikan situasi yang tetap kondusif dan terkendali serta sebagai upaya mencegah insiden serupa terulang kembali. (ken/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#demo mahasiswa #mahasiswa papua #Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) #west papua