Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pratiwi Noviyanthi Pilih Walk Out saat Mediasi dengan Agus Salim, Denny Sumargo Ungkap Penyebabnya

Jay Wijayanto • Kamis, 28 November 2024 | 21:09 WIB
Tangkapan layar video Novi walk out dan Agus Salim menangis ketika mediasi, Denny Sumargo ungkap penyebabnya.
Tangkapan layar video Novi walk out dan Agus Salim menangis ketika mediasi, Denny Sumargo ungkap penyebabnya.

RADAR SURABAYA – Perseteruan terkait donasi antara korban penyiraman air keras, Agus Salim, dengan penggalang donatur sekaligus ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Pratiwi Noviyanthi, berlanjut pada mediasi yang dilakukan pada Selasa (26/11) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Namun bukannya berakhir mendapatkan titik tengah dan perdamaian, proses mediasi itu gagal lantaran Novi memilih walk out. Wanita itu diduga tidak setuju menandatangani klausul yang diberikan oleh pihak Agus dikarenakan sangat memberatkannya.

Akibat tindakannya tersebut, Brian Praneda selaku kuasa hukum Novi memilih mengundurkan diri dan bahkan membelot mendukung pihak Agus.

Brian menilai proses mediasi ini seharusnya fokus dalam mempercepat proses penyaluran donasi ke Agus, tetapi Novi malah membuat proses itu menjadi sulit.

“Karena Novi sudah meninggalkan ruangan, saya nyatakan menarik diri jadi kuasa hukum Novi. Tujuan utamanya kan kebaikan dan kemanusiaan. Donasi kemanusiaan untuk pengobatan harus cepat dan segera dilakukan. Makanya, saya sempat undang Agus dan tim bang Farhat untuk segera menyelesaikan permasalahan. Kalau masalah selesai, donasi bisa segera disalurkan secepatnya,” ujar Brian Praneda.

Membelotnya Brian Praneda tentu disambut hangat oleh pihak Agus Salim. Kuasa hukum Agus, Farhat Abbas, bahkan menghormati keputusan Brian yang dinilai bagus karena mendukung kemanusiaan.

“Kalau Brian beda. Kita hormat. Semua teriak dan semua bangga. Dia bicara kemanusiaan, tapi kalo dia dapet klien yang gak bisa diatur dan mempermalukan dirinya, ya siapa kamu?” kata Farhat Abbas.

Sebelumnya, dua kuasa hukum Novi memilih untuk mengundurkan diri dikarenakan ia dianggap kurang tegas dalam membuat keputusan. Namun, mantan kuasa hukum Novi, Herwanto, mengapresiasi tindakan Novi yang walk out di tengah proses mediasi.

“Yang pertama saya memberikan apresiasi kepada Novi. Sebelum saya mundur itu, saya memang sedikit agak kecewa sama Novi karena dia kurang cepat, kurang tegas dalam mengambil sikap. Tapi kemarin, sangat tidak disangka, tidak diduga, saya kasih jempol dua untuk Novi. Artinya cukup beralasan dia walk out. Sudah bagus,” kata Hermanto.

Ia menganggap tindakan Novi sudah benar dengan memilih walk out di tengah proses mediasi yang membuat dirinya tersudutkan dan tidak mendapat pembelaan dari kuasa hukum ketika diserang oleh pihak lawan.

“Kenapa dia melakukan hal seperti itu? Bayangkan, kalau dia hanya diserang oleh lawannya ya mungkin masih okelah. Nah permasalahannya ketika dia diserang oleh lawannya, dia tidak mendapat pembelaan dari penasihat hukumnya, dia ngapain lagi di situ,” kata Hermanto.

Mantan kuasa hukum Novi lainnya, Pablo Banua, juga mengungkapkan bahwa sejak awal Brian telah merencanakan mediasi.

Bahkan, Brian menyurati Agus Salim dan Farhat Abbas untuk melakukan mediasi tanpa sepengetahuan Novi. Padahal, Novi berniat membawa kasus ini ke Kementerian Sosial (Kemensos) daripada melakukan mediasi.

"Kenapa bisa terjadi pertemuan ini, karena Brian mengirimkan surat konfirmasi itu tanpa sepengetahuan Novi, itu inisiatif daripada Brian. Sebenarnya Novi tidak mau. Novi inginkan kalau memang mau perdamaian nanti di pengadilan, atau di Kemensos " kata Pablo Banua.

Tindakan Novi yang walk out di tengah proses mediasi ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya tentang alasannya menolak untuk menandatangani kesepakatan yang diberikan oleh pihak Agus Salim.

Denny Sumargo yang turut memfasilitasi penggalangan donasi Agus Salim akhirnya angkat bicara.

Dia mengunggah sepotong klausul atau syarat kesepakatan yang diberikan oleh pihak Agus Salim. Denny menyebut klausul tersebut memberatkan Novi karena isinya menyatakan bahwa Novi harus terus membuka donasi, bahkan apabila kedua pihak telah meninggal dunia.

“Kira-kira kalau lu dikasih klausul ini, lu bakal tanda tangan gak?” tanya Denny Sumargo dalam Instagram Story di akun pribadinya @sumargodenny.

“Apabila seluruh dana donasi yang dipergunakan untuk biaya pengobatan mata dan luka bakar pihak pertama telah habis terpakai dan selanjutnya diperlakukan dana lanjutan. Maka, pihak kedua akan melakukan penggalangan donasi lanjutan sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Bahwa kesepakatan bersama ini tidak akan berakhir dan/atau dibatalkan dengan permintaan salah satu pihak. Akan tetapi harus dengan kesepakatan dan persetujuan tertulis para pihak serta tidak akan berakhir dengan meninggalnya salah satu pihak, akan tetapi diteruskan dan wajib dipenuhi oleh ahli waris atau penerima hak masing-masing,” bunyi klausul tersebut.

Klausul tersebut membuat Denny menyimpulkan bahwa donasi berlaku hingga tujuh turunan, karena dikatakan dalam klausul bahwa donasi akan tetap berjalan meskipun kedua pihak telah meninggal dengan dilanjutkan ke ahli waris mereka. “Ini maksudnya (donasi) berlaku 7 turunan ya?” tanya Denny Sumargo menyindir pihak Agus Salim

Perseteruan yang tidak kunjung terlihat ujungnya ini membuat Denny dalam siaran langsung di Instagram pribadinya mengungkapkan niatnya mengambil uang donasi dari yayasan Novi untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Apabila ada donatur yang tidak setuju, Denny siap mengganti uang donasi dengan uang pribadinya. Dia juga berharap Kemensos dapat membantu memberikan kebijakan atas perseteruan ini.

“Apa gini aja ya? Uangnya gua ambil dari yayasan Novi. Gua bagi-bagi ke orang yang sama membutuhkannya. Donatur yang keberatan datang ke gua aja bawa buktinya, nanti gua ganti pakai duit gua. Selama enggak melanggar hukum ya. Kemensos mana nih Kemensos? Sebenarnya nih Kemensos yang bisa bantu dan gua yakin Kemensos yang bisa bikin kebijakan,” ungkap Denny Sumargo. (sas/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#donatur #agus salim #pratiwi noviyanthi #penggalangan dana #denny sumargo