Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga di Banten Kompak Bakar Peternakan Ayam Milik Perusahaan, Diduga gegara Mengganggu Lingkungan Sekitar

Jay Wijayanto • Selasa, 26 November 2024 | 22:35 WIB
Tangkapan layar detik-detik warga merusak dan membakar peternakan ayam di Banten.
Tangkapan layar detik-detik warga merusak dan membakar peternakan ayam di Banten.

RADAR SURABAYA – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan warga kompak membakar peternakan ayam milik PT Sinar Ternak Sejahtera (STS) di Kampung Cibetus, Desa Curunggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (24/11). Diduga warga nekat merusak dan membakar peternakan tersebut karena mengganggu lingkungan sekitar.

Menurut kesaksian pedagang kopi di depan gerbang masuk peternakan mengatakan bahwa tiba-tiba sekelompok massa yang terdiri dari pemuda dan ibu-ibu masuk ke kawasan peternakan.

Massa tersebut langsung menuju kandang ayam dan melakukan pembakaran. Dalam video yang tersebar di media sosial juga memperlihatkan massa melempari batu ke arah gedung peternakan.

“Jam 8 langsung ada penyerbuan. Ada banyak (massa), saya posisinya di dekat gerbang sedang jualan. Jadi langsung anarkis, saya langsung lari ke arah mes karyawan karena takut. Pas dibakar, petugas kandang masih di sini mereka berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Baru setelah polisi datang dan audiensi, pemadam kebakaran bisa masuk ke dalam,” ujarnya.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Serang, Yuda, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 09.10 WIB dan berangkat ke lokasi kejadian pukul 09.23 WIB.

Namun sesampai di lokasi kejadian, pihaknya tidak diperbolehkan masuk oleh massa. Damkar baru diperbolehkan masuk pukul 12.00 setelah pihak kepolisian datang dan melakukan mediasi dengan warga.

“Lalu melakukan koordinasi dengan Polres, karena ini kan dibakar, kita ga bisa ngambil risiko. Lalu kita berangkat jam 09.23 WIB. Kita dicegat oleh warga, ada puluhan orang. Di jalan depan kita ditutup. Baru bisa masuk sekitar jam 12.00 setelah polisi melakukan mediasi dengan warga,” katanya.

Diketahui demo warga itu sudah sering terjadi. Namun peristiwa ini menyebabkan banyak kerusakan yaitu tiga gedung kandang ayam hangus terbakar dan banyak fasilitas yang dirusak seperti pos jaga, mes, kantor, serta tembok yang roboh.

Pihak Damkar yang akhirnya diperbolehkan masuk melakukan pendinginan dan memadamkan sisa-sisa api.

“Total kandang ada tiga gedung, per gedung ada tiga lantai itu dibakar. Terus pos jaga, mes, kantor, dirusak. Tembok juga sudah roboh. Pas masuk sudah terbakar parah, kita kemudian melakukan pendinginan dan memadamkan sisa-sisa api,” ujarnya.

Kepala Desa Curunggoong, Juhaeni Jajuli menyayangkan tindakan warga yang main hakim sendiri dengan melakukan tindakan pembakaran.

Juhaeni mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah dilakukan upaya mediasi antara pemilik usaha dengan warga yang kontra dengan adanya peternakan ayam di kampung tersebut. Namun warga yang kontra tidak pernah datang.

“Diundang secara resmi sudah, dimediasi sudah, cuman masyarakat yang kontra tidak pernah datang. Kita sudah berupaya mencari solusi dengan musyawarah,” ungkap Juhaeni dikutip Radar Surabaya, Selasa (26/11).

Juhaeni menyampaikan bahwa penolakan dari warga sudah terjadi sejak lama hingga sempat terjadi aksi pemukulan. Warga juga sudah pernah melakukan aksi besar-besaran menutup pintu gerbang menuju peternakan pada 6 Agustus 2023 lalu.

“Sebelumnya memang sudah ada penolakan-penolakan dari warga, pernah ada kejadian pemukulan, ada juga aksi-aksi penolakan oleh warga sebelumnya. Warga menutup pintu gerbang masuk kandang ayam, cuman memang sudah diratakan,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah banyak melakukan mediasi untuk menengahi antara dua pihak.

Pemilik usaha diketahui baru-baru ini menjalankan kembali peternakannya yang sempat berhenti akibat demo yang dilakukan warga. Namun belum berjalan sudah dihancurkan kembali oleh warga dengan cara dibakar. Juhaeni menyebutkan total kerugian perusahaan kemungkinan mencapai Rp3 miliar lebih.

“Terus perusahaan karena pengen jalan, dia sempat mulai lagi, dibenerin lagi, dibenahin, sekarang produksi lagi, belum berjalan sudah dihancurin lagi. Yang terbakar semuanya, 9 kandang, pemadam kebakaran datang sudah habis. Terus tangki solar satu tangki sudah habis dibakar, kerugian mungkin nyampe Rp 3 miliar lebih,” katanya.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polda Banten, Polres Serang maupun Polsek Padarincang tengah melakukan musyawarah dengan warga di lokasi kejadian. Diduga terdapat 7 orang yang menjadi dalang pembakaran peternakan ayam tersebut.

“Sekarang polisi dari Polda, Polres, Dalmas, Barakuda, sudah di sana semua. Masih musyawarah. Pelaku diduga ada sebanyak 7 orang provokatornya, warga Curuggoong semua,” tutupnya. (sas/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#peternakan ayam #Video Viral #bakar #Banten