RADAR SURABAYA – Pria lanjut usia (lansia) berinisial MM, 70, tewas gantung diri di rumahnya di Jalan Pendidikan II, Mangunjaya, Tambun Selatan, Bekasi, Minggu (24/11).
Di lokasi kejadian ditemukan surat wasiat yang menyatakan bahwa korban sudah tidak kuat menahan rasa sakit di badannya. Terlebih lagi korban terhalang ekonomi untuk berobat.
“Badan pada sakit. Mau berobat ga ada uang. Buat makan aja susah. Lebih baik pulang. Fahrul, Frisca maafin Papa. Kalau bisa kirim fateha setiap habis magrib. Papa sayang kalian,” isi surat wasiat tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, Iptu Kukuh Setio Utomo membenarkan bahwa MM nekat mengakhiri hidup karena terhalang biaya untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Korban memutuskan untuk bunuh diri karena tidak ingin membebani anak-anaknya.
"Iya, putus asa karena sakit. Sakitnya komplikasi," kata Kukuh saat dikonfirmasi, Selasa (26/11).
Menurut keterangan dari pihak keluarga korban, sebelumnya MM juga pernah kedapatan melakukan dua kali percobaan bunuh diri yang berujung gagal.
"Yang bersangkutan sudah kedua kali berusaha bunuh diri,” terang Kukuh.
Dalam surat wasiat juga tertuliskan bahwa korban meminta untuk tidak membawa jasadnya ke rumah sakit. Melainkan meminta untuk segera menghubungi anaknya yang tinggal di Perumahan Alamanda Regency, Tambun Utara, Bekasi.
"Dalam isi surat wasiat itu, tertulis permintaan korban untuk tidak membawa jasadnya ke rumah sakit, serta untuk memberitahukan anaknya yang beralamat di Perumahan Alamanda Regency, Tambun Utara. Pihak keluarga lansia yang tewas gantung diri menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban dan menerima kematian korban," tambahnya.
Namun, kematian korban tidak hanya menghebohkan keluarga maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga netizen di media sosial. Netizen merasa miris dengan kehidupan sebagian masyarakat yang dinilai tidak aware dengan keadaan tetangga sekitarnya.
“Gausah jauh2 ke presiden menteri lah, minimal ketua RT disitu emang ga aware sama warganya, naik dikit ke kepala desa atau lurah, masa buat upayakan bantuan ke keluarga seperti ini aja gabisa,” tulis akun @han***
“Emang susah banget cari uang sekarang apa2 naik.. Yg beli g ada.. Yg muda saja kesusahan cari uang apalagi yg tua...” tulis akun @Gep***
“sedih banget...bacanya langsung mikir ini pemerintahan indo gimana ya...malah sekarang serba mahal dan programnya ga menguntungkan rakyat kecil semua....apalagi sekarang serba kena pajak ???????????? dzolim banget ih sumpah,” tulis akun @ael*** (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto