Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siswa SMK Anggota Paskibraka yang Tewas Ditembak Polisi di Semarang, Beda Keterangan Polisi dan Sekolah

Jay Wijayanto • Selasa, 26 November 2024 | 19:50 WIB
GRO, siswa SMK anggota Paskibraka yang tewas ditembak polisi.
GRO, siswa SMK anggota Paskibraka yang tewas ditembak polisi.

RADAR SURABAYA–Seorang siswa SMK di Semarang berinisial GRO, 17, meninggal dunia akibat luka tembak yang diduga dilakukan oleh oknum polisi. Peristiwa penembakan yang diduga salah sasaran ini terjadi pada Sabtu malam (23/11) di kawasan Kalipancur, Semarang.

Menurut keterangan dari berbagai saksi, kejadian bermula ketika GRO dan temannya S tengah berboncengan motor melintas di daerah Kalipancur, Semarang. Saat itu, kendaraan mereka bersenggolan dengan seseorang yang diduga oknum polisi.

Entah bagaimana, tidak lama kemudian terjadi penembakan yang mengakibatkan GRO terkena tembakan di bagian pinggul, sedangkan S tertembak di tangan.

GRO segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang oleh beberapa anggota geng Seroja dan polisi yang berada di lokasi. Menurut informasi dari polisi, saat itu terjadi tawuran antar geng di sekitar lokasi.

Sayangnya meskipun sempat mendapatkan perawatan intensif, GRO akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (24/11) dinihari sekira pukul 01.58 WIB. Sedangkan S yang terluka di bagian tangan masih mendapatkan perawatan.

Pihak SMKN 4 Semarang membenarkan bahwa korban adalah siswa mereka dan merupakan anggota Paskibra yang berprestasi. Mereka pun meragukan penyebab kematian korban yang harus ditembak seperti pelaku tindak kriminal.

"Anaknya baik, mereka orang terpilih, mereka ikut ekstra, yang kita tahu Paskibra itu anak-anak pilihan," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 4 Semarang, Agus Riswantini.

Namun, Agus juga menyebut bahwa sekolah belum bisa memberikan penjelasan utuh mengenai peristiwa tersebut karena belum ada konfirmasi resmi yang diterima pihaknya dari pihak berwajib.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bahwa pada Minggu (24/11) dini hari, pihaknya mengusut tiga peristiwa tawuran di lokasi berbeda di Kota Semarang.

"Pada Minggu dini hari kemarin, kita menangani laporan setidaknya ada tiga peristiwa tawuran antargeng, antarkreak di Kota Semarang. (Terjadi) di Kecamatan Gayamsari, Semarang Utara, dan di Semarang Barat," terang Irwan, Senin (25/11).

Irwan mengatakan, korban GRO diduga terlibat dalam tawuran antara geng Tanggul Pojok dan geng Seroja di daerah Semarang Barat dekat wilayah Paramount.

Saat itulah, lanjut dia, polisi yang baru pulang berdinas kebetulan melintas di lokasi dan berusaha melerai tawuran tersebut. Namun, polisi tersebut malah diserang sehingga melepaskan tembakan peringatan yang ternyata mengenai GRO.

"Ketika dua geng ini melakukan tawuran, muncul anggota polisi. Kemudian dilakukan upaya melerai, namun ternyata anggota polisi dilakukan penyerangan hingga dilakukan tindakan tegas," kata Irwan.

Ia menambahkan, polisi telah mengamankan sejumlah pelaku tawuran dan menetapkan empat orang sebagai tersangka.

"Di Semarang Barat kita lakukan pemeriksaan terhadap 12 anak-anak yang terlibat, empat di antaranya tersangka. Mereka dari dua kelompok berbeda, geng Seroja dan geng Tanggul Pojok. Korban dari geng Tanggul Pojok. Kita juga amankan sajam," kata Irwan.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan termasuk meminta keterangan dari anggota polisi yang melepaskan tembakan. "Menunggu penyelidikan. Menunggu hasil visum," tegas Irwan.

Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah GRO telah dimakamkan di Sragen pada Minggu (24/11) malam. Sementara itu, teman GRO yang selamat masih menjalani perawatan medis dan mengalami trauma akibat insiden ini.

Berita tentang kematian GRO akibat ditembak polisi ini langsung menyebar luas di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun X @Jateng_Twit. Unggahan tersebut mendapat lebih dari 37 ribu suka dan ribuan komentar dari netizen yang mempertanyakan tindakan polisi.

“Anak paskibra mana ada yg tawuran Pak! Saya berani jamin! Tanya aja sama semua anak sekolah, gimana disiplinnya anak2 yg ikutan paskibra! Ngawur banget alasannya,” komentar akun @K***.

Baca Juga: Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Dapat Makanan Gratis di Surabaya, Catat Lokasinya

“lawak. lu tembak keatas juga bubar itu bocah. kenapa lu tembak kebadan,” kata akun @c***.

“@DivHumas_Polri @ListyoSigitP tolong kawal kasus ini, kalaupun memang jika ada tawuran harus apakah melakukan tembakan ya apalagi korban masih remaja. Saya kok meragukan ini ya krn statemen yg sepihak,” kata akun @u***. (aul/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#semarang #penembakan polisi #siswa smk #paskibra