RADAR SURABAYA – Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia dengan Arab Saudi pada Selasa (19/11) malam menjadi momen menegangkan bagi para suporter Indonesia.
Begitu juga dengan pria bernama Muhammad Aatif Syaban yang terlalu asyik menonton pertandingan lewat handphone hingga terjatuh dari peron stasiun.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @galerisade memperlihatkan Aatif yang dibantu oleh petugas stasiun untuk naik kembali ke peron.
Rekan-rekannya terkejut mendapati Aaatif yang tiba-tiba terjatuh dari peron stasiun.
“Akibat nonton bola, aku terjatuh di rel kereta. Untung petugasnya sigap,” tulis akun tersebut.
Ternyata insiden tersebut dikarenakan korban terlalu fokus menonton pertandingan bola ketika Timnas Indonesia berhasil menambah skor menjadi 2-0. Korban begitu bahagia hingga tidak fokus melihat batas peron di depannya.
"Itu kejadiannya saat Indonesia gol 2-0, saya terlalu fokus melihat handphone, dan sangat bahagia sekali sampai-sampai tidak fokus lihat ke jalan," ujar Aatif, Rabu (20/11).
Diketahui insiden tersebut terjadi di Stasiun Juanda, tepatnya di rel kereta yang mengarah ke Bogor. Ketika korban terjatuh dari peron, petugas stasiun langsung sigap membantunya.
"Langsung dibantu oleh petugas KAI-nya. Dia sangat sigap langsung," terangnya.
Beruntungnya saat insiden tersebut terjadi tidak ada kereta yang sedang atau akan melintasi stasiun.
Video itu pun menjadi viral hingga mendapat berbagai macam reaksi dari para netizen.
“Dia tidak jatuh Pak tapi lagi selebrasi. Menyala Timnas dan Suporter,” tulis akun @and***
“Mereka tertawa, petugasnya gedek setengah mati,” tulis akun @sat***
“Intinya adalah sepakbola itu hiburan rakyat. Beberapa juga sampe terlewat dari stasiun tujuan. Tetap happy timnas menang,” tulis @deb***
“Abis dibantu bangun security masih sempet-sempetnya lanjut nonton ya, Bang. Ga buru-buru naik peron. Nasionalisme nomor 1 pokoknya ini mah,” tulis akun @kho***
“Security mau marah itu, untung lagi nonton Timnas, coba lagi main ML langsung ditoyor,” tulis akun @gar***. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto