Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ferry Irwandi Ceritakan Kehidupannya di Podcast Densu dan Keinginannya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Punya IQ 145 Waktu SD hingga Sentil Willy Salim

Jay Wijayanto • Rabu, 20 November 2024 | 22:05 WIB
Ferry Irwandi saat diundang podcast Denny Sumargo untuk menceritakan kehidupannya.
Ferry Irwandi saat diundang podcast Denny Sumargo untuk menceritakan kehidupannya.

RADAR SURABAYA – Nama Ferry Irwandi jadi topik hangat di jagat dunia maya terutama X/Twitter. Hal ini terjadi karena berbagai aksinya dalam membuktikan praktik dukun adalah sebuah tipuan.

Karena itu, kanal YouTube Podcast CURHAT BANG Denny Sumargo pada Selasa (19/11)  akhirnya mengundang Ferry Irwandi, pendiri (founder) dari Malaka Project.

Akhir-akhir ini nama Ferry terus meraih kontroversi di media sosial (medsos) pasca tantangan yang menyebutkan barangsiapa dapat menyantetnya bakal diberikan uang Rp 1 miliar dan mobil Alphard.

Tak hanya itu, Ferry baru-baru ini disorot publik atas perseteruannya dengan mantan dukun Ria Puspita yang memberikan ancaman pembunuhan kepadanya.

Setelah diberikan ultimatum dalam kurun waktu 1x24 jam, akun YouTube Podcast Malam Mencekam yang kali pertama mengunggah ancaman pembunuhan itu akhirnya meminta maaf atas kontennya yang menampilkan bintang tamu Ria Puspita tersebut.

Pada podcast @curhatbang yang diberi judul ‘AROGAN !! 54NT33T ORANG INI SEKARANG JUGA !! PARA DUKVNN BUKTIKAN KALO KALIAN BISA NYANT33T FERRY !!’, Ferry menceritakan kisah hidupnya hingga keinginannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di awal video, Ferry mengaku jika sewaktu duduk di sekolah dasar (SD), ia sudah memiliki IQ 145 alias berada dalam kategori jenius.

“Jadi di SD itu gua masuk koran bang, umur 6 tahun kelas 1 SD. Gua udah masang jaringan komputer di Jambi. Dan bukan cuma komputer, tapi internet,” ungkap Ferry dalam podcast @curhatbang.

Ferry menambahkan jika pencapaiannya sewaktu SD itu, berkat ayahnya yang mengajarinya perihal komputer.

Ayah Ferry merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padjajaran (UNPAD) Bandung. Sang ayah memiliki cita-cita mengembangkan teknologi di bidang komputer di daerah asalnya Jambi.

Namun karena tak memiliki uang untuk menyewa karyawan, ayahnya belajar secara otodidak dan mengajarkannya kepada Ferry.

“Ya gua punya privilage, bapak gua dosen orang Minang. Jadi dia kuliah di Bandung UNPAD, dan dia ngelihat Jambi ini kan kota kecil, dan komputer tahun 1997 - 1998 jadi barang yang langka banget. Jadi dia gak ada tenaga nih dan enggak punya uang untuk hire orang, dia belajar otodidak dan ngajari gua di umur sekecil itu,” lanjutnya.

Meski terkenal dengan kejeniusannya sejak kecil, Ferry mengaku jika mempunyai kelainan buta warna dan disleksia ringan, yaitu kondisi gangguan dimana hanya mengalami kesulitan dalam membaca dan mengeja tetapi sangat ringan.

Hal ini membuatnya kesulitan saat berada di kelas 1 dan 2 SD. Akan tetapi saat kelas 3 dan seterusnya, Ferry selalu meraih peringkat satu di sekolahnya.

“Gua punya beberapa kelainan bang. Satu, gua buta warna, dua, gua disleksia ringan. Dulu waktu gua tulis paket, gua tulis Sumatra itu masih Sumaetra. Jadi waktu itu gua terlambat untuk bisa menulis, bukan membaca ya. Bahkan sampai sekarang itu masih kayak kiri oh kiri begitu (sambil memperagakan kedua tangan),” ungkapnya.

Dari berbagai cerita masa kecil Ferry yang penuh dengan prestasi, Denny menyimpulkan jika atas hal tersebut membuat Ferry tak percaya dengan hal-hal mistik terutama santet.

“Dengan logika yang sangat kuat apalagi konstruksi berpikir lu sudah terlatih dari kecil tuh ya. Nah itu yang membawa lo ke dalam ketidakpercayaan terhadap santet,” kata Denny yang menjadi host dalam video.

Ferry lantas menjelaskan asal muasal dari urusan persantetan ini dikarenakan latar belakangnya selama ini yang vokal terhadap berbagai isu di Indonesia, seperti judi online (judol), scam finansial, hingga teori konspirasi yang menyesatkan masyarakat.

Masalah persantetan tersebut sama halnya dengan prinsip yang ia miliki. Ferry menyimpulkan jika dirinya memiliki cita-cita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana saat ini masyarakat sudah terlalu terjebak dengan korban praktik perdukunan.

“Gua vokal judi online, gua vokal soal scam finansial urusan bin*mo, jo*ka dan segala macem. Terus gua juga nggak ragu untuk menimbang teori yang meleset, konspirasi yang membahayakan masyarakat, terus teori ekonomi yang ngaco. Waktu itu inget Mardigu Wowiek, pak Mardigu tuh stress banget gara-gara gue karena ya udah ini menyesatkan gua bilang dan gua koreksi tapi enggak pernaah nyerang sekalipun satu personalitynya. Nah termasuk urusan perdukunan ini, karena gua punya cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ferry.

Menurut Ferry, apabila ilmu mistik benar adanya hingga dapat memasukan jarum ke dalam tubuh hanya melalui energi, hal tersebut merupakan suatu bentuk kemajuan dari teknologi dan ilmu pengetahuan. Maka dari itu, Ferry berani memberikan tantangan dengan ia sendiri sebagai objek sasaran pembuktian.

“Jadi gini, pelaku santet adalah praktisi yang ahli di bidangnya, dan untuk mendapatkan pengakuan atas bidangnya, dia dapat reward satu mobil Alphard satu buah sama uang Rp 1 miliar. Lha ini kan sebenarnya gampang, ini lu dibayar untuk membuktikan keahlian lu, bang Denny dibayar untuk three point misalnya. Apakah bang Denny akan memilih untuk minta maaf? Enggak akan mungkin bang Denny bilang gua nggak mau sombong gua, gua nggak ada alasan. Terus gua bilang, daripada jadi dukun lu mending sekolah bener ngambil kelas public speaking,” jelasnya.

Mengenai Ria Puspita yang emosi merasa diremehkan atas hal mistis yang ia kuasai, menurut Ferry hal tersebut tidak masuk akal.

Apabila seseorang diberikan tantangan atas keahlian di bidangnya apalagi diming-imingi hadiah besar, alih-alih marah dan mengancam untuk membunuh penantang, Ria semestinya membuktikan jika santet itu benar.

Tetapi, diketahui podcast yang menaungi Ria waktu itu malah memilih minta maaf dan membuat video klarifikasi.

Ferry mengatakan, sejauh hal mistik dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, maka hal tersebut tidak nyata. Ferry menambahkan jika sebuah visual menurut ilmu psikologi itu terbentuk dari persepsi dan otak.

“Abang pernah liat valak gak di Indonesia? Makanya, ketakutan dan hantu itu dibentuk sama media dan kultur masyarakat. Makanya setiap territory bisa beda-beda bentuk,” kata Ferry.

Berbagai aksi pembuktian Ferry terhadap ilmu ghaib, menurut Denny, bakal menjadi konflik antara Ferry dan berbagai kreator supranatural yang tenar saat ini.

“Cuman ini akhirnya pasti akan berbenturan dengan para content creator yang ada hubungannya dengan supranatural,” balas Denny.

Namun Ferry mengatakan jika hal itu tidak akan terjadi, karena tantangan yang ia berikan tak bisa dilawan dan ditentang. Pastinya para konten kreator horor tak akan ada yang berani berbenturan dengannya.

Ferry juga mengaku jika penonton kontennya banyak yang mengaku hidupnya semakin membaik, dari yang sering dihantui dan diteror hantu, akhirnya memilih pergi ke psikolog dan ternyata mengidap skizofrenia atau gangguan mental berat yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi.

Setelah beberapa kunjungan akhirnya si penonton tersebut tak lagi mengalami gangguan yang ia anggap berasal dari ilmu hitam tersebut.

Berikutnya, dari prinsip logis Ferry, Denny mengalihkan topik pada selebgram Willy Salim yang sempat Ferry komentari melalui video.

Namun Ferry menegaskan jika waktu itu yang ia permasalahkan hanya sebatas konten Willy yang kontradiktif, dimana ia membikin konten giveaway tapi malah memarahi orang-orang yang ia buat menjadi subjek kontennya.

“Nah, itu Willy Salim juga tahu kok, karena waktu itu Willy Salim lagi disebel-sebelin banget. Sebenarnya gua nggak pernah sebel sama dia gitu, ya kalo dia mau gain follower dengan cara itu ya oke. Terus ada yang lapor gitu, bang ini Willy Salim kayaknya lu harus bahas kitanya malah digini-giniin sama dia. Nah ada satu point yang kena ini di gua waktu Willy Salim giveaway, tapi waktu itu berbalik hujatan jadi dia salahin orang miskinnya gitu loh. Maksudnya orang lagi kerja bener lu datengin lu kasih duit gitu, bukan lagi minta-minta. Nah sekarang lu ngerasa terganggu orang-orang yang lu jadikan mereka komoditas untuk dapetin views dan subscriber terus lu salahin mereka. Nah terus gua bikin video tapi gak nyerang, bahkan gua apresiasi dia loh.”

Menurut Ferry, Willy perlu memiliki personalitas yang khas. Sehingga orang-orang tak bosan dengan konten yang ia bawakan. Atas segala kepintaran yang dimiliki Ferry, muncul pertanyaan dari Denny apakah ia tak ingin menggunakannya dengan lingkup yang lebih besar menjadi pejabat atau bahkan anggota DPR.

“Kalo DPR terlalu kecil, we try different pack. Teritorinya beda dan mungkin gak pernah dijalanin oleh orang lain gitu, ” lanjutnya.

Menurutnya, dilihat dari yang sudah-sudah pejabat bahkan DPR bakal berakhir sama, tak membikin perubahan secara signifikan dan malah terjebak dengan berbagai isu pribadi bahkan korupsi. Ferry ingin mencoba jalan lain dan baru untuk menciptakan perubahan bagi masyarakat.

Video podcast @curhatbang yang mengundang Ferry Irwandi ini sukses meraup 591 ribu penonton dengan berbagai komentar positif dari warganet.

“Ini mah saya malah salut sm orgtuanya. Keren bgt ngedidik anaknya. Smoga aku jd orgtua yg bisa menghasilkan anak2 cerdas,” tulis @els***

"“man with the plan” good luck bang fer buat menjalankan misi besar “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Ketika semua orang yg punya power dan previllage lebih milih diam dan ambil jalan aman, lo berani buat lawan arus dan fokus ke misi besar lo. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Tuhan. AMIIIN,” kata @Bla***

“Bang ferry adalah gambaran dari didikan orang tua yang baik dan benar. Very inspiring person,” kata @Axa*** (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#ferry irwandi #perdukunan #santet #denny sumargo