Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penyanyi L. Wurin Bersama Seniman Lamaholot Galang Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT

Lambertus Hurek • Selasa, 19 November 2024 | 18:13 WIB
Penyanyi pop daerah asal Adonara, L. Wurin, merilis lagu duka terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sekaligus melakukan penggalangan dana untuk korban erupsi. (IST)
Penyanyi pop daerah asal Adonara, L. Wurin, merilis lagu duka terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sekaligus melakukan penggalangan dana untuk korban erupsi. (IST)

RADAR SURABAYA – Erupsi dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, sejak Minggu 10 November 2024 telah menggugah empati dari berbagai kalangan. Ribuan pengungsi terdampak bencana ini menerima perhatian luas, termasuk dari komunitas seniman lokal.

Penyanyi pop Lamaholot, L. Wurin, bersama musisi Lamaholot yang ada di Kabupaten Lembata serta lintas komunitas di Lembata menggelar konser amal untuk menggalang dana bagi para korban.

Konser tersebut mengajak masyarakat Lembata, Flores Timur, dan daerah lain di NTT untuk berkontribusi dalam meringankan penderitaan sesama.

“Kita mencoba memberikan bantuan sesuai kemampuan kita masing-masing,” ujar L. Wurin, yang juga merupakan anggota Polres Lembata, NTT.

Sebagai bentuk dukungan emosional, Wurin menciptakan sebuah lagu khusus berjudul Susa Nula dalam bahasa Lamaholot. Lagu ini menggambarkan duka dan kehilangan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, salah satu dari gunung kembar yang menjadi ikon Flores Timur.

“Itu satu suguhan syair lagu Lamaholot dari kami untukmu, basodara terdampak Ile Lake Lewotobi. Cepatlah pulih,” kata Wurin, yang semakin dikenal melalui berbagai platform media sosial.

Lagu Susa Nula mendapat apresiasi hangat dari pendengar, termasuk Derri Mudaj, salah satu penggemar L. Wurin yang kini berada di Timika, Papua Tengah.

“Lagunya sedih dan menyentuh hati, terutama saat kita membayangkan penderitaan ribuan pengungsi di kawasan Gunung Lewotobi. Erupsi ini bahkan menelan sembilan korban jiwa, termasuk Suster Nikolin, pimpinan Biara SSpS di Hokeng,” ungkap Derri.

“Kami yang di tanah perantauan hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu melindungi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi," tambahnya.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga emosi mendalam bagi masyarakat Flores Timur. Inisiatif seperti yang dilakukan oleh L. Wurin dan komunitas seniman Lamaholot menjadi harapan sekaligus pengingat akan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Pop Lamaholot L Wurin #pengungsi Gunung Lewotobi #Gunung Lewotobi Laki Laki #Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki #Erupsi Lewotobi