RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur, seiring dengan datangnya musim hujan dan fenomena La Nina. BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah lereng gunung untuk mewaspadai bahaya bencana hidrometeorologi tersebut.
Plt Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa fenomena La Nina dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko bencana seperti banjir lahar hujan.
“Fenomena La Nina ini berpotensi meningkatkan curah hujan 20-40% di beberapa wilayah Indonesia, termasuk NTT. Hal ini dapat memperburuk potensi bencana,” ujar Dwikorita.
Menurutnya, masyarakat di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta untuk menghindari bantaran sungai yang dapat terendam akibat erupsi dan hujan lebat. “Seperti yang terjadi di Sumatra Barat, banjir lahar hujan dapat menimbulkan kerusakan besar dan mengancam keselamatan,” tambahnya.
Fenomena La Nina diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2025, memicu peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah NTT dan daerah lainnya. BMKG terus memantau cuaca ekstrem yang dapat memperburuk potensi bencana, serta mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Dwikorita mengingatkan pentingnya kewaspadaan tinggi dan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana susulan yang dapat terjadi kapan saja. (rek)
Editor : Lambertus Hurek