RADAR SURABAYA – Sebuah insiden antara sebuah bus dan mobil ambulans yang viral di media sosial telah memicu perdebatan hangat.
Video yang memperlihatkan bus menghalangi ambulans saat membawa pasien kritis di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, memicu kecaman publik.
Sebab, pasien dalam ambulans tersebut dilaporkan meninggal dunia di tengah perjalanan akibat terlambat tiba di rumah sakit.
Insiden ini terjadi pada Jumat (16/11), ketika ambulans dari RS CNK melaju dengan kecepatan tinggi antara 80-90 km/jam menuju RS Ananda, Tambun Selatan, Bekasi, untuk merujuk pasien yang dalam kondisi kritis.
Dalam video yang dibagikan akun X (Twitter) @neVerAlonely, terlihat ambulans terhalang oleh sebuah bus di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Menurut unggahan yang telah mencapai lebih dari 108 ribu tayangan tersebut, bus yang datang dari arah Tol Timur menuju Bulak Kapal menghentikan laju ambulans.
Keluarga pasien menyatakan keberatan, menyebut bahwa keterlambatan ini berkontribusi pada meninggalnya pasien sebelum sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit rujukan.
"Ada request dari sopir ambulans dan keluarga pasien. Tolong viralkan bus menghalangi ambulans di Bulak Kapal, Bekasi Timur, dengan kondisi pasien tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal," tulis akun tersebut.
Namun, beberapa saat setelah video viral, muncul klarifikasi dari seorang saksi mata di lokasi kejadian. Dalam komentarnya di media sosial, saksi yang mengaku mengenakan jaket Grab saat itu menjelaskan bahwa bus tidak sengaja menghalangi ambulans.
“Itu mobil mahardika emng Ig muter di pom bensin nah ngga tau knp bis nya brenti, apa ada mobil atau bis lain juga yg muter jd ngga dapet, dan supir ambulan nya turun gebrak kaca mahardika, supir ambulan pun masuk ke dalem mobil saya kira dia langaung cabut ke Rumah sakit., eh malah malang Ig di depan bis, nah di situ lah awal mula vidio nya..,” ungkap pemilik akun @cahyotogog_ tersebut.
Menurutnya, bus Mahardika berhenti di pom bensin untuk berputar balik tetapi terhalang kendaraan lain yang juga hendak berbelok. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mencoba menenangkan sopir ambulans dan meminta agar segera melanjutkan perjalanan karena membawa pasien kritis.
“dan sempat saya tarik supir ambulan nya .. saya bilang "Sampean bawa pasien ngga sadarkan diri, udah lanjut perjalanan ke rs jangn malah brntem, tetep sempet kecot supir bis dan ambulan akhr nya saya tarik Ig tu supir ambulan ke mobil.. akhr nya melanjutkan perjalanan Ig ke Rumah sakit.. yg smpt ada di kejadian saya yg make jaket grab pada waktu itu,” imbuhnya.
Setelah klarifikasi ini beredar, banyak netizen mengubah pandangan mereka. Beberapa mulai mengkritik sopir ambulans atas sikap emosionalnya yang dianggap memperburuk situasi.
"Jadi kesimpulannya bukan sengaja menghalangi ambulance, emang traffic disitu kan padat pas mau puter balik kehalangan mobil lain didepan bisnya jadi berhenti, harusnya sebelum emosi supir ambulance ini bisa liat situasi sekitar dulu jangan langsung galak, emosi bukan solusi," tulis komentar akun @a***
"Wkwk supir ambulance konyol. Arogan! Udh tau bawa pasien urgent ngapain turun malah ribut aduhhh SDM sangat tinggi," imbuh akun @n*.
"Klo malem kan memang ruwet bet di pom situ kn klo alasan mahardhikanya berenti pas muter pom kemungkinan dikarna kan rame/dari pom ad yg mau masuk ke jalan dan dongoknya supir ambulan setelah bisa lewat malah berenti coba bukannya langsung gas ke rs," ujar akun @I*** menambahkan
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait, termasuk pengemudi bus atau sopir ambulans, mengenai insiden ini. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto