Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Lapor Mas Wapres Gibran, Layanan Pengaduan Masyarakat Langsung ke Istana atau WA 081117042207 Tuai Pro dan Kontra, Netizen: Efektif atau Gimmi

Jay Wijayanto • Senin, 11 November 2024 | 21:49 WIB
Poster program baru Gibran ‘Lapor Mas Wapres’ layanan pengaduan masyarakat secara langsung ataupun daring via WhatsApp
Poster program baru Gibran ‘Lapor Mas Wapres’ layanan pengaduan masyarakat secara langsung ataupun daring via WhatsApp

RADAR SURABAYA – Gebrakan anyar dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan membuka layanan pengaduan masyarakat secara langsung maupun daring melalui Hotline Whatsapp (WA) dibuka mulai Senin (11/11).

Hal ini pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram pribadi @gibran_rakabuming sehari sebelumnya pada Minggu (10/11). Layanan aduan tersebut langsung memancing pro dan kontra di kalangan warganet.

Pada unggahannya, Gibran menyertakan poster bertajuk ‘Lapor Mas Wapres’ lengkap dengan ilustrasi dirinya yang muncul dari layar ponsel.

Melalui poster tersebut, Gibran menyertakan dua pilihan yang dapat dipilih masyarakat untuk melakukan pengaduan, yakni secara langsung maupun daring via WA.

Pilihan pertama dilakukan dengan cara masyarakat langsung datang ke Istana Wakil Presiden RI yang beralamat di Jalan Kebon Sirih No. 14, Jakarta Pusat. Pelayanan akan berlangsung mulai dari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Cara kedua, masyarakat diberikan kontak WhatsApp di nomor 08111 704 2207 yang dapat langsung diakses dengan kepentingan masing-masing.

“Kepada yang saya cintai, seluruh warga negara Indonesia, Mulai besok, kami akan membuka pengaduan dari masyarakat Indonesia secara terbuka untuk umum. Bapak Ibu dapat langsung datang ke Istana Wakil Presiden ya. Jadwalnya dari hari Senin-Jumat, jam 08.00-14.00 WIB. Kami juga membuka akses melalui WhatsApp yang nomornya ada di poster,” tulis @gibran_rakabuming dalam unggahannya.

Namun, baru saja berlangsung, program ‘Lapor Mas Wapres’ ini langsung diserbu oleh komentar warganet yang terpecah menjadi dua kubu, yakni pro dan kontra.

Banyak yang mengapresiasi program tersebut yang terlihat mudah diakses dengan hanya mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp.

“Keren banget mas Wapres disaat biasanya pejabat menutup akses karena kesibukan, tetapi ini justru buat gebrakan dengan membuka layanan pengaduan,” tulis @cah**

“Baru kali ini ada pejabat yang buka pengaduan, biasanya tertutup dan gak mau dengar aspirasi raakyat,” sebut @eko***

Unggahan yang telah disukai lebih dari 501 ribu pengguna Instagram ini penuh dengan berbagai macam apresiasi dari netizen.

Namun, tak sedikit pula yang meragukan akan keberhasilan program tersebut. Pasalnya jika semua masyarakat beramai-ramai datang ke Istana, dikhawatirkan akan sulit mengondisikan situasi jika terjadi hal yang tak diinginkan.

“Asli pasti kerepotan inimah,” kata @Fah***

“iyah pasti atuh kak.. baca yang pertamanya “langsung datang ke istana” ini yang bakal bikin repot paspampres,” kata @fah***

Tak hanya di Instagram, kabar adanya program baru Gibran ini juga tersebar dan ramai di kalangan pengguna media sosial X/Twitter yang meragukan keberhasilan layanan pengaduan masyarakat langsung kepada wakil presiden tersebut.

“#OOT Genuinely Asking: Emang ada UU yang bilang tugas wapres itu ngurusin asuan masyarakat kah? Ini program pemerintah pusat malah dilabelin jadi program dia sendiri, tanpa nyinggung kontribusi Prabowo. Setahu gua, di Jakarta juga g ada program aduan masyarakat yang dibeda2in gini,” tulis @MardaniJgMw, Senin (11/11).

Cuitan tersebut tak kalah ramainya dan telah dilihat lebih dari 461ribu kali pengguna.

Selanjutnya, akun tersebut juga menanyakan keefektifan pelayanan aduan masyarakat melalui WhatsApp yang ia ragukan, dilihat dari kurangnya fitur dan keamanan aplikasi pesan tersebut.

“Bantu UP teman-teman. Gua penasaran, memang pelayanan aduan masyarakat lewat WhatsApp beneran efektif ya? Gua ragu kalo ngebahas soal fitur minim, keamanan data, terus bagaimana cara penyaringan dan prioritasnya,” lanjut @MardaniJgMw.

Baca Juga: Fantastis! Perputaran Uang di Industri Kosmetik Indonesia Lebih dari Rp 90 Triliun

Warganet menilai jika program dengan embel-embel Wapres ini terkesan individual, tak hanya itu dalam penangan ditingkat pengaduan masyarakat, mereka menilai jika hal itu bukanlah tugas Wapres namun lembaga di bawahnya.

“Artinya, dia belum faham pengelolaan pemerintah dalam skala nasional. Bukannya membantu Presiden utk mendorong efektivitas kementerian dan birokrasi, malahan mengambil peraan mikro yang tak sepadan dengan jabatan wapres. Apa lagi tujuannya selain utk gimmick dan pencitraan,” kata @Aid***

Di sisi lain, aksi Kamisan yang telah terhitung digelar sebanyak 840 kali di depan Istana Presiden agaknya menjadi kontradiktif dengan layanan aduan masyarakat dengan datang secara langsung ke Istana Wapres ini.

Warganet merasa jika Gibran terlalu jauh melangkah, padahal di depan mata sudah ada massa yang mengadu secara rutin meminta keadilan.

“Ngga usah jauh jauh kok! ???? di depan istana sudah 840 kamis dan beberapa laporan pelanggaran HAM berat yang belum pernah diusut tuntas, barangkali bisa ditangani mas. @gibran_tweet,” kata @Kod** (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#Lapor Mas Wapres #Wapres Gibran Rakabuming Raka #layanan pengaduan masyarakat