Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jualan Kain Kafan dan Tata Cara Pemakaiannya di Live TikTok, Toko Ini Langsung Diserbu Ribuan Penonton

Jay Wijayanto • Minggu, 10 November 2024 | 17:55 WIB
Jual Kain Kafan melalui TikTok Live Streaming yang dibanjiri ribuan penonton.
Jual Kain Kafan melalui TikTok Live Streaming yang dibanjiri ribuan penonton.

RADAR SURABAYA – Media sosial kembali dihebohkan oleh tren jual beli unik. Kali ini, akun TikTok @kafani.id sukses mencuri perhatian netizen dengan cara menjual kain kafan melalui live streaming.

Tak tanggung-tanggung, siaran langsung tersebut menarik hingga 19 ribu penonton yang penasaran melihat bagaimana Yoka, pemilik sekaligus CEO Kafani.id ini memasarkan produk yang biasanya dianggap seram, namun dirinya berhasil melakukannya dengan gaya santai dan humoris.

Dalam live TikTok-nya, Yoka memasarkan kain kafan lengkap dengan edukasi penggunaan. Dengan menggunakan model pria yang dibungkus kain kafan layaknya jenazah, sesi live ini tak hanya jadi tontonan menarik, tapi juga penuh informasi.

"Sebenernya ini sebagai contoh, kayak kalau jualan baju kan ada manekin buat dicobain. Banyak yang belum tahu soal kain kafan, jadi kita juga sambil edukasi," jelas Yoka.

Yoka memadukan informasi serius dengan selipan humor yang sukses menghibur penonton. Misalnya, ia sempat bercanda menyarankan penonton untuk “segera checkout sebelum meninggal,” sebuah kalimat yang langsung mengundang tawa dan komentar seru dari ribuan netizen.

Menawarkan paket kain kafan lengkap untuk pria seharga Rp750 ribu dan Rp790 ribu untuk perempuan, Kafani.id menyediakan perlengkapan yang dikemas dalam tas khusus.

Paket ini mencakup kain penutup, kapas, bendera kuning, gunting, parfum, hingga buku panduan pemakaman, sehingga pembeli bisa mempersiapkan kebutuhan akhirat dengan mudah dan rapi. 

“Ini untuk mereka yang ingin menyiapkan sendiri kebutuhan pemakamannya. Jadi lengkap dan praktis kalau dibutuhkan,” tambah Yoka.

Meski terkesan nyeleneh, kolom komentar selama live penuh dengan berbagai pertanyaan menarik.

Netizen penasaran dengan detail produk hingga bertanya apakah tersedia kain kafan motif naga atau warna bunga-bunga.

Sambil bercanda, Yoka menjawab bahwa kain kafan hanya tersedia dalam warna putih polos sesuai tradisi. 

"Kita mau edukasi bahwa kain kafan enggak ada ukuran S, M, atau L, semuanya pakai meteran," ujarnya, sambil tertawa.

Unggahan TikTok mereka yang berisi konten serupa juga ramai di kalangan warganet.

Unggahan tersebut telah ditonton hingga 1,5 juta kali dan disukai sebanyak 34 ribu. Kolom komentar pun dibanjiri oleh warganet yang merasa bahwa ide jualan ini cukup menarik dan baru ditemui.

“yg ngasih ide jualan live kain kafan siapa sih gus asli ngakak,” tulis komentar akun @i***.

“gw bukan gak mau co sih, tp gw kalo beli barang baru pengen cepet-cepet gw pakai,” ujar akun @n*** menimpali.

Bagi Yoka, sesi live TikTok ini bukan semata untuk jualan, tapi juga sebagai sarana dakwah dan edukasi.

"Orang-orang banyak yang masih awam soal kain kafan, jadi kami ingin memberikan informasi sambil bercanda agar suasananya enggak terlalu tegang," jelas Yoka.

Lewat konten-kontennya di TikTok, Kafani.id tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga menyisipkan pengingat akan pentingnya mempersiapkan kebutuhan akhirat.

Live TikTok ini ternyata mendapatkan respons yang di luar ekspektasi Yoka dan timnya. Sebelumnya, Yoka memulai bisnis kain kafan ini sejak Maret 2024 di Bandung dan hanya mengandalkan penjualan melalui toko fisik di Arcamanik.

Namun, sejak mencoba peruntungan lewat live TikTok pada akhir Oktober, popularitas Kafani.id langsung meroket.

“Awalnya kami enggak menyangka responsnya bakal sebesar ini. Pertama kali live itu langsung rame banget, MasyaAllah, nggak nyangka juga,” kata Yoka.

Dengan strategi pemasaran yang tidak biasa ini, Yoka berhasil menghilangkan stigma seram di sekitar produk kain kafan.

Cara yang ia tempuh menunjukkan bahwa bahkan produk yang dianggap tabu sekalipun bisa menarik minat pasar dengan kreativitas yang tepat.

"Ini juga bagian dari dakwah, supaya orang bisa siap menghadapi ajal tanpa takut," tuturnya. (aul/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#netizen #live TikTok #bandung #kain kafan