RADAR SURABAYA – Kebakaran yang melanda sebuah depot penjualan air galon dan gas di Perumahan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (7/11) malam, menyisakan masalah.
Peristiwa ini membuat empat orang warga mengalami luka bakar akibat adanya kebocoran tabung gas di lokasi tersebut.
Meski berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke rumah sakit, kejadian ini membuat para petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok merasa kecewa dengan kendala yang terjadi pada beberapa unit peralatan pemadam yang dinilai tidak laik operasional.
Saat kejadian itu, DPKP Kota Depok mengerahkan empat unit mobil pemadam dari Pos Merdeka dan UPT Cimanggis untuk memadamkan kobaran api. Namun, upaya pemadaman terkendala oleh malfungsi unit pemadam yang dibawa ke lokasi.
Kekesalan pun diluapkan oleh seorang petugas DPKP bernama Sandi Butar Butar di media sosial.
Lewat video yang diunggah di akun instagram @depokhariini dan viral setelah direpost oleh beberapa akun Instagram yang lain, Sandi meluapkan kekecewaan karena unit dari UPT Cimanggis yang dibawa untuk pemadaman justru tak berfungsi. Sehingga tidak dapat menolong warga saat terjadi kebakaran.
Ia pun merasa kesal terhadap Kepala DPKP Kota Depok, Adnan Wahyudin, yang sebelumnya menyatakan bahwa unit tersebut telah diperbaiki.
“Pak Kadis Adnan Wahyudin ya, ini kita baru balik dari TKP kebakaran di Tirta Mandala Sukmajaya. Ada empat orang luka bakar pak. Siapa yang tanggung jawab pak?” ujar Sandi bersungut-sungut.
Sandi menuding, meski pimpinan mengaku unit sudah diperbaiki sebelumnya, faktanya unit tetap tak berfungsi saat digunakan di lapangan.
Lebih lanjut, Sandi mempertanyakan mengapa pimpinan tidak menginformasikan kondisi unit kepada para petugas di lapangan. Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan petugas dan warga sekitar.
“Ada dua mesin di sini, ngomong sudah dibenerin, benerin apa pak? Nih ada operator. Coba operator dikasih tahu enggak masalah kerusakan? Ga dikasih tahu!,” ucapnya.
Sandi juga menyinggung Kepala DPKP Depok yang dinilainya mengabaikan keselamatan petugas di lapangan.
“4 orang pak kena luka bakar. Tadi warga nilai pak. Kita masuk, pak. Gas bocor, Bapak Adnan Kepala Damkar, otak dipakai pak untuk keselamatan anggota bapak,” lanjutnya.
Di sisi lain, Sandi menyayangkan sikap kepala bidang Damkar Depok yang sebelumnya sering kali menyalahkan anggotanya.
“Faktanya warga melihat, kita sesuai fakta. Bapak mau cari kesalahan saya, pribadi, aib saya, silakan, tapi saya enggak pernah merugikan rakyat, enggak merugikan negara, enggak ngorbanin warga yang enggak bersalah. Empat orang pak luka bakar, pikir pakai otak,” ujar Sandi yang terlihat semakin emosional.
Menghadapi ketidakpuasan ini, Sandi juga menyarankan agar kepala DPKP Depok mundur dari jabatannya jika tidak mampu memimpin.
“Kalau bilang Anda baru, apa Anda berani ngejabat. kalau enggak ngerti, keluar, mundur. Warga Depok tolong bantu kami, apakah harus terus begini Damkar Depok? Kita sudah rela mati-matian untuk selamatin masyarakat. Assalamualaikum,” tutupnya.
Sayangnya sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dan respons dari Kadis DPKP Depok Adnan Wahyudin. Padahal sebelumnya, Adnan mengaku sudah melakukan pembenahan peralatan Damkar di DPKP Depok saat kejadian serupa terjadi. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto