Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Siswi SD di Cianjur Digunduli Guru karena Banyak Kutu, Orang Tua Kecewa dan Tidak Terima

Jay Wijayanto • Kamis, 7 November 2024 | 02:35 WIB
Siswi SD yang menangis usai digunduli gurunya akibat memiliki kutu.
Siswi SD yang menangis usai digunduli gurunya akibat memiliki kutu.

RADAR SURABAYA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digunduli oleh gurunya karena masalah kutu menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini diketahui terjadi di SDN Babakan Mekarwangi, Kecamatan Mekarwangi, Kabupaten Cianjur. Video tersebut menuai berbagai kecaman dari warganet yang menilai tindakan guru tersebut tidak etis dan akan berdampak buruk bagi psikologis anak.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (5/11), tampak siswi itu pulang dari sekolah dalam keadaan menangis dan menutupi kepalanya yang digunduli dengan kerudung putih.

Keluarga yang merekam video tersebut terkejut dan menunjukkan rasa tidak terima terhadap perlakuan yang diterima anak mereka.

"Astaghfirullahaladzim, ibu/bapak, ieu murangkalih teh carita na nembe uih sakola," ucap perekam video, yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah, "Astaghfirullah, ibu/bapak, anak ini baru pulang dari sekolah."

Perekam yang diduga anggota keluarga korban juga terlihat bingung dan kecewa melihat kondisi anak yang telah digunduli oleh gurunya tanpa izin.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, rambut siswi tersebut digunduli karena banyak kutu.

“Alasannya digunduli karena banyak kutu,” ujar salah satu anggota keluarga.

Meski demikian, keluarga merasa tindakan tersebut sangat melukai perasaan mereka dan anaknya.

Mereka mempertanyakan apakah tidak ada cara lain yang lebih manusiawi daripada langsung menggunduli rambut anak.

“Cik atuh ibu guru/bapak guru nu ku sim kuring dipihormat, nya teu aya cara nu sanes? salain di gundulan kieu,” ujar perekam dalam bahasa Sunda, yang artinya, “Tolong ibu/bapak guru yang saya hormati, apakah tidak ada cara lain selain menggunduli seperti ini?”

Akibat dari insiden ini, keluarga korban menyampaikan bahwa anak mereka kini merasa tertekan dan enggan untuk kembali ke sekolah.

Bahkan saat disarankan untuk pindah sekolah, anak tersebut tetap menolak.

Kejadian ini menarik perhatian warganet yang memberikan berbagai komentar pedas terhadap tindakan guru tersebut.

Namun, ada pula yang mendukung tindakan guru karena dinilai telah mengurangi risiko murid lain tertular kutu. Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan mendapat 31,1 ribu suka serta dibanjiri 3.671 komentar.

“Menggunduli peserta didik dengan cara yang seperti ini merupakan tindakan yang sangat tidak etis apalagi siswi SD ini juga masih kecil, dan ini jatuh atau condong kepada bentuk pelanggaran martabat individu. Dalam teori Self-Esteem dari Carl Rogers, menjelaskan bahwa pengalaman negatif yang merendahkan harga diri anak akan berdampak jangka panjang pada kepercayaan dirinya. Seorang guru seharusnya menjadi pelindung dan pembimbing, bukan sosok yang melukai psikologis anak. Semoga trauma sang anak segera pulih kembali,” tulis akun @h***.

“Lebih baik MINTA IJIN daripada MINTA MAAF,” imbuh akun @y***.

“Nah guru begini baru boleh dilaporin....,” ujar akun @p*** menambahkan.

Sementara itu, orang tua siswi tersebut mengaku sangat kecewa dan berharap adanya tanggung jawab dari pihak sekolah atas kejadian ini.

Mereka meminta agar pihak sekolah lebih berhati-hati dalam menangani masalah pribadi siswa, terutama keputusan besar yang bisa saja memengaruhi psikologis anak.

“Saya sebagai orang tua merasa sangat sakit hati melihat anak saya diperlakukan seperti ini,” ujar salah satu orang tua siswi tersebut. "Bahkan dia tidak ingin sekolah lagi."

Hingga kini, pihak sekolah masih belum memberikan pernyataan resmi terkait tindakan yang akan diambil sebagai tanggung jawab atas insiden ini. (aul/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto