Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Miris! Video Siswa SMA Kelas 12 IPA Tak Bisa Hitung Pembagian Sederhana Viral di Sosmed, Netizen: Menuju Indonesia Cemas

Jay Wijayanto • Senin, 4 November 2024 | 22:25 WIB
Fenomena siswa SMA kelas 12 IPA tak bisa menghitung kailamat pembagian sederhana.
Fenomena siswa SMA kelas 12 IPA tak bisa menghitung kailamat pembagian sederhana.

RADAR SURABAYA – Sebuah video viral menampilkan para murid SMA yang bikin miris dunia pendidikan di tanah air.

Pasalnya, dalam video viral itu menunjukkan hampir seluruh siswa laki-laki di kelas tersebut tak bisa menghitung pembagian dengan angka yang sederhana.

Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @julaehaju pada Jumat (1/11). Namun hingga saat ini masih ramai diperbincangkan di berbagai kanal sosial media lainnya terutama X/Twitter.

Dalam unggahannya, akun tersebut memberikan keterangan jika video merupakan kegiatan pemecah suasana (ice breaking) di dalam kelas yang sedang ia ajar.

“ICE BREAKING. Diagnosa kemampuan numerasi dasar. Semangat ya Anak. Kita sadari ada yang kurang. Maka dari itu, sama-sama akan kita lengkapi dan kita perbaiki,” tulis @julaehaju pada unggahannya.

Mulanya video menunjukkan murid laki-laki sedang berdiri berbaris ke belakang di sebuah kelas yang diketahui merupakan salah satu kelas 12 IPA. Nampak juga murid perempuan yang sedang duduk di bangku belakang.

Selanjutnya, perekam video sekaligus guru murid-murid tersebut memberikan pertanyaan berdasarkan flashcard yang ia pegang yakni soal-soal pembagian dengan angka sederhana.

“Kalau sudah jawab, boleh minggir langsung ya,” kata guru dalam video.

Miris, mulai dari 12 : 3 yang dijawab 3, hingga 10 : 5 adalah 5, semua pertanyaan yang dibagikan sang guru tak ada yang dapat menjawab dengan benar.

Berikut jawaban selengkapnya dari para murid sewaktu diberikan soal pembagian dalam video;

12:3=3
24:3=3
16:4=8
32:4=6
10:5=5
15:5=5

Video tersebut langsung viral hingga mendapat lebih dari 6,3juta kali ditonton oleh pengguna Instagram.

Viralnya video tersebut, membuat @julaehaju berkomentar dalam unggahannya, ia mengatakan jika aksi dalam video tersebut dilakukan dengan spontan dan tak berniat untuk mempermalukan murid-muridnya tersebut.

Mulanya, ia melakukan ice breaking dikarenakan para murid kesusahan menjawab satu soal sederhana yang sebetulnya dapat diselesaikan dengan perkalian sederhana.

Adanya video ini ia harapkan sebagai bahan refleksi anak-anak untuk mengetahui jika ada yang harus diperbaiki hingga kedepannya mereka dapat berkomitmen untuk belajar terlebih dalam perkalian dan pembagian.

Fenomena tidak mampunya murid SMA dalam perhitungan sederhana ini turut viral di media sosial X/Twitter.

Salah satunya diunggah oleh akun @vindikasi pada Sabtu (2/11). Pada cuitannya, akun tersebut mengatakan jika guru yang mengunggah video yakni, Juju Julaeha telah mengantongi izin anak-anak untuk memvideokan dan mengunggahnya.

Hal ini dibuktikan dengan tangkap layar pesan grup yang salah satu anggotnya merupakan Juju, yang dari keterangan tersebut mengambil pendidikan S2 di ITB.

“Ga nyangka sebesar ini responnya. Beberapa minta di take down videonya. Tapi percuma jg kan sudah menyebar kmn mana. Anak2nya mah santai saja sebenernya,” tulis Juju dalam pesan grup Whatsapp.

Tak kalah viral, unggahan tersebut mencapai 3,2juta kali dilihat oleh pengguna X/Twitter. Pada kolom komentar telah dipenuhi dengan beragam tanggapan dari para warganet yang miris melihat fakta sebenarnya dari pendidikan di Indonesia.

“Indonesia emas lho ini. Baru perkalian, belum ditanya rumus basic. Apalagi tabel periodik unsur ya? Ga mungkin hapal dong, di level kelas 12 IPA harusnya yang ditanya; total eletron valensi H2SO4,” tulis @leo***

“Ini seriusan apa Cuma konten doang?,” @fer***

“Tolong Bu Juju jangan dikriminalisasikan,” @rai*** (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#berhitung #matematika #sma