RADAR SURABAYA – Pesulap sekaligus youtuber Denny Darko ikut mengomentari kasus antara Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi terkait donasi Rp1,5 miliar yang tidak kunjung berakhir.
Melalui kanal YouTube-nya, Rabu (30/10), Denny Darko mengunggah video berjudul “Bullying Pada Donasi Agus vs Teh Novi. Pantaskah Agus & Keluarga Dibully serendah ini? Manusiawikah?”
Dalam video tersebut, Denny menyampaikan pandangannya terkait donasi yang menyebabkan bullying ke Agus dan keluarganya. Menurut Denny, bullying yang didapatkan oleh Agus dan keluarganya sudah tidak manusiawi.
“Saya melihat bahwa bullying kepada Agus dan keluarganya ini sudah tidak manusiawi,” katanya.
Denny mengaku dirinya mendukung dan berpihak ke Novi. Meski demikian, menurut dia, Novi juga telah melakukan kesalahan karena mengontenkan semua proses dan kecurigaannya secara spontan dari sudut pandangnya saja yang membuat pihak Agus semakin terlihat bersalah.
“Sekali lagi saya katakan bahwa saya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Teh Novi. Saya sangat berpihak kepada Teh Novi. Tapi orang baik sekalipun juga pasti pernah berbuat kesalahan. Kesalahan Teh Novi adalah mengontenkan semua proses secara spontan dan berusaha untuk disampaikan dengan sudut pandangnya saja. Alhasil orang yang diberitakan, yang dipertanyakan, yang dicurigai ini otomatis akan ditempatkan oleh para netizen di tempat sebaliknya. Orang yang jahat, salah, tamak, dan itu yang disematkan kepada Agus dan keluarga,” paparnya.
Dia juga menyampaikan bahwa uang yang telah ditransfer ke satu rekening akan menjadi hak si pemilik rekening, sehingga pihak lain tidak memiliki hak untuk meminta bukti transfer ataupun mutasi rekening.
“Uang yang sudah ditransferkan masuk ke satu rekening, itu sudah menjadi hak sepenuhnya si pemilik rekening. Maka tidak ada secara hukum, kita akan bisa mempertanyakan penggunaan apalagi meminta orang tersebut untuk bukti transfer atau mutasi rekening,” terangnya.
Ia menilai tindakan Novi yang mengontenkan kecurigaan-kecurigaan terkait uang donasi untuk Agus dengan musik yang dramatis merupakan tindakan yang kurang bijaksana. Sebab, konten tersebut dapat menciptakan pandangan yang dikehendaki pengunggahnya, yaitu kecurigaan.
“Tetapi kecurigaan-kecurigaan yang muncul, telpon seperti itu divideokan terus diupload. Diberikan sebuah musik yang dramatis agar orang memiliki sebuah stigma terhadap sebuah pandangan, ini saya kira, mohon maaf, kurang bijaksana,” ungkap Denny.
Denny menegaskan kembali bahwa dia membela perbuatan yang dilakukan oleh Novi, tetapi tidak dengan caranya yang menimbulkan sebuah bullying.
“Sekali lagi kalau pun ditanya saya harus membela siapa, saya akan tetap membela Teh Novi. Tapi saya tidak membela perbuatan yang dilakukannya saat itu, menimbulkan sebuah bullying yang menyerang orang semacam Agus dan keluarganya,” tegasnya.
Di kolom komentar unggahan video ini, Denny kembali menyampaikan tiga poin utama yang dia tekankan yaitu:
1. Agus salah karena tidak melakukan transparansi dan terkesan kurang kooperatif terkait penggunaan uang donasi sehingga menimbulkan kecurigaan oleh pihak Novi.
2. Novi juga tidak sepantasnya mengontenkan semua kecurigaannya secara spontan sehingga menimbulkan bullying terhadap pihak Agus.
3. Bullying yang didapatkan Agus sudah tidak manusiawi, terlebih lagi ke penyandang Tuna Netra pasca dirinya disiram air keras oleh mantan karyawan. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto