RADAR SURABAYA - Presiden Prabowo Subianto sedang mempertimbangkan penggunaan susu cair sebagai alternatif atau pengganti susu kemasan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai salah satu komponen makanan yang paling mahal, susu menjadi fokus perhatian dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan ini muncul dalam diskusi dengan Presiden Prabowo dan para menteri saat retreat.
"Susu merupakan komponen yang paling mahal dalam menu makan bergizi ini. Oleh karena itu, kita perlu mencari alternatif lain selain susu kemasan, mungkin dengan menggunakan susu cair," ungkap Prasetyo, seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/10).
Program Makan Bergizi Gratis direncanakan akan diluncurkan pada Januari 2025, dengan uji coba yang saat ini sedang dilakukan di berbagai daerah, termasuk Magelang, Jawa Tengah.
Dalam kunjungan ke Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMB) Kota Magelang, Presiden Prabowo meninjau fasilitas, model bisnis, dan sistem kerja SPMB.
Uji coba tersebut mencakup 200 menu, di mana salah satunya terdiri dari nasi putih, potongan wortel, tomat, buncis, olahan daging ayam, dan susu kotak.
Prasetyo mengakui bahwa pada tahun pertama, pelaksanaan program ini mungkin belum sempurna.
"Beberapa negara lain sudah menjalankan program serupa selama puluhan tahun. Kami mohon doa dan pengertian dari masyarakat, terutama jika ada kekurangan di awal pelaksanaan," tambahnya.
Uji coba program ini diharapkan dapat menjangkau 3.000-4.000 siswa di setiap kota.
Namun, implementasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih belum memungkinkan untuk saat ini.
Dengan langkah ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan gizi anak-anak di Indonesia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan