RADAR SURABAYA – Acara Pekan Olahraga Sebelas Maret (PORSEMA) cabang Futsal antara Fakultas Pembangunan (FP) dengan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) menjadi ricuh setelah salah satu pemain melakukan aksi kekerasan kepada pemain lawan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/10) di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Di tengah pertandingan, pemain dari FP bernama Rofiq Al Fajari Rusmawanto Putro terjatuh karena pelanggaran yang dilakukan pemain lawan.
Sekitar pukul 21.10 WIB, pelaku yang merupakan kiper tim FEB bernama Jonathan Syebat Agung Putra berlari ke tengah lapangan dan menginjak kepala korban yang tergeletak.
Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami sesak napas, nyeri kepala, hingga beberapa menit kemudian pingsan.
Panitia PORSEMA segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu di lokasi kejadian menjadi ricuh karena para penonton turun ke lapangan.
Lima panitia yang berusaha mengamankan malah menjadi korban kericuhan, terkena lemparan benda, terdesak oleh massa, terjatuh, hingga sesak napas.
Tindakan pelaku telah melanggar empat kode etik mahasiswa UNS yang telah ditetapkan pihak kampus, yaitu:
1. Pasal 20 butir (b) Menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas dalam setiap kegiatan minat bakat, olahraga, dan seni;
2. Pasal 20 butir (c) Tidak melakukan kegiatan yang mengarah kepada pelanggaran hukum, kesusilaan, pelecehan seksual, pelecehan terhadap perbedaan SARA, perundungan, larangan membawa senjata tajam, dan/atau senjata api serta larangan mengedarkan dan mengkonsumsi narkotika dan/atau zat adiktif lainnya secara melawan hukum;
3. Pasal 20 butir (f) Menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkis, merusak, dan mengganggu dalam melaksanakan kegiatan minat, bakat, olahraga, dan seni;
4. Pasal 20 butir (j) Menghindari perbuatan yang bertujuan merugikan atau mencelakai orang lain dalam kegiatan minat, bakat, olahraga, dan seni.
BEM UNS telah membuat laporan pelanggaran kode etik mahasiswa yang diajukan ke Ketua Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) agar menindaklanjuti kasus ini dengan serius.
Sementara itu pihak MKEM melalui keterangan Sekretaris UNS, Agus Riwanto menyampaikan pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada pelaku. Namun untuk bentuk sanksinya masih dalam proses pemeriksaan.
"Bahwa Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) UNS akan menegakkan kode etik mahasiswa dalam insiden tersebut dan akan menjatuhkan sanksi kepada pelaku, serta Direktur Kemahasiswaan UNS akan menjatuhkan sanksi kepada panitia Porsema UNS sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNS. Sanksi masih dalam proses pemeriksaan," kata Agus Riwanto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (25/10).
Melalui akun Instagram pribadinya @jonathansyebat yang kini diprivat, pelaku telah melakukan klarifikasi dan mengakui kesalahannya.
Jonathan menyampaikan bahwa dia siap bertanggung jawab dengan menanggung biaya rumah sakit.
Korban diketahui tidak mengalami patah tulang pada leher dengan dibuktikan dari CT SCAN yang juga diunggah oleh pelaku.
“Saya atas nama pribadi mengakui kesalahan yang saya lakukan semalam dan saya sudah bertanggung jawab atas kejadian semalam dengan datang, menemani, dan siap menanggung biaya korban selama di rumah sakit dari semalam, untuk menjawab berita yang simpang siur tentang keberadaan saya. Dan untuk kondisi korban sekarang setelah dilakukan CT SCAN kedua, kondisi leher korban tidak terdapat patah apapun,” terangnya.
Tindak kekerasan Jonathan yang menginjak kepala korban menjadi viral di media sosial setelah akun X @MafiaWasit mengunggah video berdurasi 2 detik itu pada Kamis (24/10).
Dalam video tersebut, korban terlihat tergeletak di lapangan dikerubungi oleh wasit dan beberapa pemain lawan.
Kemudian secara tiba-tiba Jonathan yang mengenakan jersey merah menghampiri dan menginjak kepala korban.
“Komdis ra ngatasi ini, harus pakai 338 KUP jo Pasal 53 KUHP (tentang percobaan pembunuhan,” tulis akun tersebut.
Hingga saat ini video tersebut telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali dan mendapat banyak komentar dari warganet.
“Padahal olahraga itu fun, nah dia malah depresi,” tulis akun @cof***
Baca Juga: Unik! Ada Jasa Mendoakan di Haul Solo, Bayar Seikhlasnya, Banyak Jemaah yang Tertarik Mencoba
“Serem banget itu. Kalau cedera parah dituntut baru nangis-nangis. Heran deh kenapa gak mikir sebelum bertindak,” tulis akun @Fan***
“Turnamen futsal hadiahnya apa sih sampe niat nyacatin orang,” tulis akun @cry***
“Meskipun hasil medis gak terjadi hal yang fatal, namun menginjak leher atau kepala itu jatuhnya dah tindakan yang berpotensi tinggi menyebabkan kematian alias pembunuhan,” tulis akun @kum*** (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto