Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ngeri! Lagi Jajan Sate, Dua Santri Ponpes Krapyak Yogyakarta Ditusuk Rombongan Remaja Tak Dikenal

Jay Wijayanto • Jumat, 25 Oktober 2024 | 22:15 WIB
Suasana penyisiran pelaku penusukan santri di Prawirotaman Jogja
Suasana penyisiran pelaku penusukan santri di Prawirotaman Jogja

RADAR SURABAYA – Insiden kriminal ini terjadi di Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (23/10).

Dua korban merupakan santri Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, yang atas kejadiaan ini salah satu di antaranya mengalami luka serius dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Kejadian berlangsung saat dua santri, Aufal Marom, 23, dan Shafiq, 20, tengah bersantai setelah menghabiskan sate yang mereka beli di Pasar Prawirotaman Jogja, sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, tiba-tiba segerombolan remaja dari arah kafe mendekati mereka.

Merasa tidak kenal rombongan tersebut dan tidak melakukan kesalahan, keduanya tetap berada di meja mereka. Naas, rombongan itu langsung menyerang korban dengan membabi buta mulai dari dipukul hingga dilempari barang-barang seperti helm, kursi, hingga kayu.

"Saat dihantam saya jatuh, berdiri dihantam lagi, ditendang, dipukul. Saya dipukul kepala sama badan, tapi yang diincar itu kepala dan saya tidak melawan karena tidak salah, saya hanya cari kebenaran," kata Aufal, Kamis (24/10).

Aufal menjelaskan, ia akhirnya berusaha lari dari lokasi kejadian untuk menyelamatkan diri, sempat ditolong warga ia pun lari menuju ponpes untuk meminta bantuan temannya. Sayangnya, setelah mencari informasi kondisi Syafiq, ternyata ia telah berada di Rumah sakit karena luka tusukan di bagian perut sebelah kiri.

Atas kejadian ini Polresta Jogja telah menangkap dua orang pelaku penusukan dan penganiayaan dua santri tersebut, yakni dua pria berusia 35 tahun warga Indonesia Timur. Hal ini diutarakan oleh Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo.

"Telah mengamankan dua orang laki-laki, berusia 35 tahun, pekerjaan swasta dari warga Indonesia timur," kata Sujarwo, Jumat (25/10).

Kedua pelaku saat ini sedang diperiksa untuk mengetahui bagaimana kronologi lengkap kejadian hingga motif mereka lakukan aksi penusukkan tersebut. Sujarwo juga menjelaskan kejadian berlangsung pada pukul 21.25 WIB dimana saat itu sekitar 25 orang remaja sedang berkumpul dan minum minuman keras di salah satu kafe Jalan Parangtritis, Brontokusuman, Mergangsan.

Berada dibawah pengaruh alkohol, seorang dari rombongan tersebut sempat melempar gelas ke jalanan. Beberapa lainnya menyebrang ke arah penjual sate tempat korban tengah bersantai, lalu terjadilah penganiayaan hingga puncaknya penusukan tersebut berlangsung.

"Kemudian dari rombongan tersebut ada yang melempar gelas ke jalan dan ada beberapa orang dari rombongan tersebut yang menyeberang ke arah barat tempat orang jualan sate dan terjadilah penusukan dengan senjata tajam terhadap salah seorang pembeli sate," lanjutnya.

Kejadian ini sempat viral di berbagai sosial media, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @media_uncover pada Kamis (24/10).

Dalam unggahannya menampilkan video suasana penyisiran pelaku pada pukul 23.26 WIB. Mendapat lebih dari 765ribu penonton, kolom komentar telah dipenuhi dengan berbagai macam komentar warganet.

“Berurusan ro santri yo dampake bakal geger gedhen, po maneh minim tindakan dr yang berwenang,” tulis @eko***

“Yuk mari kita lihat.. Apakah cepat polisi atau para santri,” kata @riz***

“Santri wani,” tulis @sew***

Dari berbagai komentar, mayoritas berkata jika sudah sering oknum warga dari Timur Indonesia melakukan aksi yang membuat warga Jogja resah. Mereka berharap adanya ketegasan dari pemerintah atas kejadian ini. (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#yogyakarta #ponpes krapyak #penusukan