RADAR SURABAYA – Nama Dokter Detektif kini semakin ramai dibicarakan di media sosial setelah kemunculannya di podcast Denny Sumargo yang diberi judul “TERLALU BERANI !! SIAPA SOSOK ASLI DOKTER DETEKTIF YANG SEBENARNYA ??”.
Dalam obrolan podcast tersebut, Dokter Detektif yang juga dikenal sebagai "DokTif," mengungkap berbagai praktik tidak etis yang dilakukan oleh beberapa pelaku industri skincare di Indonesia.
Di podcast tersebut, DokTif mengkritisi sejumlah brand skincare yang melakukan overclaim maupun menggunakan bahan berbahaya seperti hidrokinon di atas batas aman.
Beberapa produk bahkan terdaftar di BPOM, namun ternyata mengandung bahan berbeda dari yang tercantum di kemasan.
Selain itu, DokTif mengungkap nama-nama samaran "Suneo" dan "Sadako" untuk merujuk pada pelaku di balik praktik-praktik ini.
Ia mengungkapkan bahwa keduanya terlibat dalam kolaborasi sekaligus konflik yang menyesatkan konsumen.
Produk mereka telah diuji di laboratorium terverifikasi dan hasilnya menunjukkan adanya pelanggaran standar.
DokTif juga menekankan bahwa bahan seperti paraben dan hidrokinon tidak selalu berbahaya jika digunakan di bawah pengawasan medis.
Namun, banyak produk skincare yang dijual bebas tanpa pengawasan memadai yang berpotensi merugikan konsumen.
Kehadiran DokTif di podcast ini tidak hanya menarik perhatian para pecinta skincare, tetapi juga viral di TikTok.
Publik penasaran dengan sosok di balik nama samaran Sadako dan Suneo, serta siapa sebenarnya DokTif yang sering tampil dengan topeng di konten-kontennya.
Hingga kini, identitas asli DokTif tetap menjadi misteri, meskipun pengaruhnya terus berkembang di komunitas skincare Indonesia.
Fenomena ini semakin membesar setelah DokTif mengungkap hasil uji laboratorium sejumlah produk skincare yang dianggapnya tidak aman.
Berkat keberaniannya, banyak pengikutnya mengapresiasi keterbukaannya dalam mengedukasi konsumen tentang bahaya di balik bisnis skincare yang kotor.
Namun di sisi lain, beberapa produsen produk skincare justru merasa tersudutkan oleh kritik yang ia lontarkan.
DokTif diketahui adalah lulusan kedokteran kecantikan (cosmetic medicine) tahun 2017 dan mengklaim bahwa dirinya adalah senior dari dr. Richard Lee, dokter kecantikan terkenal yang juga seorang selebgram.
Dengan pengalamannya meracik formulasi skincare sejak 2007, ia kerap membagikan informasi hasil uji laboratorium untuk membantu konsumen lebih berhati-hati dalam memilih produk.
Awal mula DokTif berani menguak brand-brand skincare Indonesia yang diduga overclaim ini karena sebelumnya ia pernah secara pribadi menegur brand-brand tersebut melalui DM (direct message).
Namun, usahanya dalam memberantas kepalsuan itu tidak digubris sama sekali oleh pihak brand tersebut.
Alhasil setelah mengantongi sejumlah bukti bahwa produk-produk brand tersebut overclaim, DokTif dengan berani mengungkapkan apa yang selama ini mengusiknya.
DokTif juga mengaku bahwa dirinya melakukan ini bukan karena ingin menjatuhkan pihak lain ataupun mencari cuan dengan mempromosikan brand-nya sendiri.
Bahkan ketika ia membandingkan brand skincare-nya dengan produk brand lain, ia tidak menunjukkan nama brand-nya sama sekali.
Di akhir podcast tersebut, DokTif bahkan meminta Deny Sumargo untuk memfasilitasi dan mempertemukan dirinya dengan oknum dengan nama samaran Suneo agar bisa memperdebatkan isu skincare overclaim ini.
Kontroversi terkait praktik curang industri skincare terus bergulir dan semakin banyak mendapat sorotan publik. DokTif berharap agar edukasi tentang keamanan produk kecantikan semakin meningkat dan pelaku industri menjadi lebih transparan dan bertanggung jawab. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto