RADAR SURABAYA – Berbeda dengan Agus Salim yang menggunakan uang donasi Rp1,5 miliar untuk keperluan pribadi hingga melaporkan selebgram Pratiwi Noviyanthi ke polisi.
Pria bernama Faisal, korban pencongkelan mata di Gunung Putri, Bogor mengaku sama sekali tak memakai uang donasi dari Pratiwi Noviyanthi.
Faisal adalah korban pencongkelan mata yang sempat ramai karena videonya beredar di media sosial.
Insiden tersebut menyebabkan Faisal mengalami kerusakan saraf. Mata kirinya kempes dan mata kanannya hanya memiliki kemampuan 30 persen untuk dapat melihat kembali.
Pelaku pencongkelan mata telah menyerahkan diri ke polisi dengan alasan cemburu karena Faisal dekat dengan istrinya. Namun, keluarga Faisal masih tidak terima dan ingin pelaku lain yang terlibat dalam insiden ditangkap.
Karena kasus Faisal mulai tenggelam, sang adik bernama Mora meminta bantuan Novi untuk mengangkat kembali kasus ini dengan membuka donasi. Melalui podcast di YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Mora menyampaikan uang donasi yang telah terkumpul sekitar Rp7 juta.
Namun uang donasi tersebut sama sekali belum digunakan oleh Faisal. Mora menjelaskan selama ini mereka melakukan pengobatan menggunakan uang pribadi dan uang bantuan dari teman-teman yang terkumpul sebelum Novi membuka donasi untuk Faisal.
“Bukan takut sih bang, jadi kan emang ada uang pribadinya juga dan sebelum ada teh Novi ada temen-temen yang bantu donasi,” jelas Mora.
Mora menambahkan bahwa uang donasi yang digalang oleh Novi mereka simpan apabila ada informasi dari dokter yang memungkinkan Faisal untuk mencangkok mata.
“Jadi kita tuh yang uang dari teh Novi kita pengennya nanti kalau ada dari dokter bisa nih operasi cangkok mata atau apa kita punya uangnya gitu,” tambahnya.
Novi sendiri dalam podcast menyampaikan bahwa Mora juga telah melakukan transparasi dengan terus mengirimkan mutasi. Dirinya tidak tahu mengapa Faisal tidak menggunakan uang donasi tersebut.
Mora kembali menjelaskan bahwa uang donasi tersebut memang mereka simpan untuk pegangan apabila mata Faisal dapat dioperasi. Dia juga menegaskan bahwa tujuan awal menghubungi Novi untuk menaikkan kembali kasus ini sehingga pelaku lainnya tertangkap.
Sementara itu Novi dilaporkan ke polisi oleh Agus Salim, korban penyiraman air keras bersama Farhat Abbas dengan tuduhan pencemaran nama baik. Novi merasa terkejut karena setelah podcast mereka di CURHAT BANG Denny Sumargo, pihak Agus telah mengembalikan uang donasi ke yayasan tanpa ada paksaan sehingga ia kira masalah telah selesai.
Dalam podcast Denny Sumargo, Novi menangis karena dia merasa sedih niat baiknya malah dibalas dengan melaporkan ke polisi dan yayasannya akan diaudit. Dia merasa kecewa dengan ucapan Agus yang mengatakan dirinya adalah orang jahat.
“Saya ini nangis bukan karena takut. Saya enggak takut karena saya benar. Saya nangis karena saya sedih. Kok bisa-bisanya kita peduli sama Mas Agus, kita bela-belain ini buat Mas Agus. Bukan buat pribadi saya. Saya sekali lagi enggak takut untuk diaudit yayasan kami karena kita juga semuanya transparan. Saya lebih cenderung kecewa atas ucapan Mas Agus,” ungkap Novi. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto