RADAR SURABAYA- Kasus pembunuhan wanita dengan cara ditusuk-tusuk sangkur di sebuah rumah kos di Peterongan Semarang, pada Jumat (18/10) dinihari akhirnya terkuak.
Tersangka pelaku adalah M. Adhi Nugroho, warga Bendungan, Barusari, Semarang Selatan yang merupakan teman dekat korban.
Tersangka mengaku nekat melakukan pembunuhan dengan alasan sakit hati setelah merasa dikecewakan korban.
Karena itu, pria pekerja security ini juga mengaku puas melakukan pembunuhan meski pada akhirnya muncul penyesalan.
"Kalau dalam dendam waktu itu saya puas. Cuma setelah itu baru penyesalan, makanya saya ada niatan menyerahkan diri hari ini," ungkapnya saat dihadirkan dalam rilis di Mapolrestabes Semarang, Selasa (22/10).
Korban pembunuhan sadis tersangka diketahui bernama Robiatul Alawiyah, 28, warga Karanggeneng, Godong, Kabupaten Grobogan.
Korban tewas setelah ditusuk secara membabi buta menggunakan pisau sangkur oleh pelaku di dalam kamar kos korban, Jumat (18/10) sekitar pukul 00.01.
Korban diakui tersangka sebagai kekasihnya dan telah menjalin hubungan asmara kurang lebih setahun.
Menurut tersangka kenekatannya membunuh korban, lantaran merasa sakit hati karena berulang kali dihkhianati.
Tersangka memergoki korban sering jalan dengan pria lain.
Terakhir kali, mengetahui korban bersama pria lain di Taman Indonesia Kaya alias Taman KB, Kamis (17/10) malam.
Tersangka mengetahui hal tersebut setelah membuka stori korban dari akun media sosial Dating.
"Dia pacar saya, kalau masalah dia suka sama saya gak tau. Cuma waktu beberapa kali dikecewakan dan saya akan pergi meninggalkan dia, saya tidak boleh, dia tidak mau," jelasnya.
"Dikecewakan dia sering ketangkap basah dengan cowok lain, di jalan. Saya juga pernah jebak, lewat akun fake, lanjut ke WA. Ketiak dia kepergok sama cowok lain pun saya cuma nanya alasan nya apa," sambungnya.
Tersangka juga mengaku, sempat antar jemput korban dari rumah kos menuju ke kampung halamannya di Karanggeneng, Godong, Kabupaten Grobogan ketika lebaran tahun ini.
Namun, setelah itu sempat putus hubungan dengan korban. "Setelah tiga hari saya jemput dan ngantar, dia jalan sama cowok lain. Saya sempat break habis lebaran empat sampai lima bulan putus sama dia. Terus kembali lagi satu bulan ini, sampai kejadian seperti ini," jelasnya.
Menurutnya juga, jalinan asmara dengan korban akan dibawa lebih serius, apalagi sudah hubungan badan dua kali.
Namun, lambat laun angan-angan tersebut berangsur luntur lantaran sering dikecewakan oleh korban.
"Kalau rencana nikah, belum ada. Tapi kalau saya ajak serius dia sering nolak mulu. Ketika satu bulan ini, saya tidak ngoyak, tapi masih punya perasaan. Dua kali (bersetubuh)," katanya.
Terkait pisau sangkur tersebut, tersangka mengaku membeli dari online semasa bekerja di daerah Palu.
"Beli Rp 250 ribu, ketika saya kerja di Palu, sekitaran 2,6 bulan lalu," pungkasnya. (mha/bas/rs/nug)
Editor : Agung Nugroho