Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora Jakarta Barat, Termasuk Ibu dan 2 Anak Ditemukan Saling Berpelukan

Jay Wijayanto • Rabu, 16 Oktober 2024 | 00:28 WIB
Kondisi saat kebakaran (kiri) dan setelah kebakaran (kanan) di Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat.
Kondisi saat kebakaran (kiri) dan setelah kebakaran (kanan) di Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat.

RADAR SURABAYA – Kebakaran hebat melanda 30 rumah di Kelurahan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (15/10) dini hari. Akibat dari kebakaran tersebut terdapat 5 orang tewas.

“Objek yang terbakar 30 rumah tinggal, jumlah korban jiwa 5 orang,” kata Kepala Dinas Kebakaran Jakarta, Satriadi Gunawan lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/10).

Satriadi menjelaskan awal mula kebakaran diketahui saat seorang warga mendengar dentuman pada sekitar pukul 01.23 WIB. Petugas damkar mengerahkan 22 unit pemadam dan 110 personel.

Sementara api baru berhasil ditaklukkan pada pukul 7.20 WIB. Diduga kebakaran dikarenakan kebocoran tabung gas.

Lima korban tewas pada insiden kebakaran adalah Sriyani, 66, dan cucunya Raihan, 7.

Sementara itu tiga korban lainnya terdiri dari seorang ibu bernama Aryanti, 40, dalam kondisi memeluk dua anaknya Asgar, 13, dan Yoka, 12, ketika ditemukan oleh tim pemadam kebakaran.

“Dua anaknya (tinggal) di sini, mereka meninggal pun berpelukan, dalam keadaan berpelukan. Jadi ini sama dua orang anaknya. orang pertama yang menemukan (dalam kondisi berpelukan) tim pemadam," kata salah satu warga bernama Enos, 52.

Enos mengenal sosok Aryani sebagai ibu pekerja keras. Aryani menjadi tulang punggung keluarga setelah bercerai dengan suaminya. Wanita itu bekerja di toko optik di wilayah Mangga Dua.

Sementara kedua putranya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Begitu pula dengan sosok Sriyani yang Enos kenal sebagai sosok yang baik hati dan taat beragama.

Enos menceritakan bahwa sehari sebelumnya pada Senin (14/10) sore, Sriyani menanyakan kepada dirinya tentang doa bagi orang yang sudah meninggal.

"Jadi malam kejadian, sorenya itu (berbincang). Dia nanya kalau mau kirim doa buat perempuan atau buat laki-laki bin-nya bin apa atau bintinya apa," ujar dia.

Enos bercerita saat insiden kebakaran terjadi dia sedang menonton televisi. Sekitar pukul 01.30 WIB ia mendengar teriakan warga dan gonggongan anjing. Saat mengecek kondisi di luar rumah, ia melihat api sudah berkobar di samping rumahnya.

Segera dia kembali masuk ke dalam rumah untuk membangunkan istri, anak, dan cucunya.

Setelah merasa keluarganya aman, barulah dia membantu warga untuk memadamkan api dengan air apapun yang mereka temukan termasuk air got sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Enos merasa bersyukur semua keluarganya selamat walau pun api yang berkobar merembet menjebol blower sehingga api masuk ke dalam area dapur di rumahnya.

Meskipun begitu, Enos tetap merasa syok mendapati tetangga terdekatnya menjadi korban dalam insiden kebakaran ini.

"Syok banget saya karena semua yang meninggal orang dekat saya. Saya syok banget tapi saya berusaha setegar mungkin," lanjut dia.

Lurah Kali Anyar, Cahyono menyampaikan bahwa hampir 9 ribu penduduk yang terdampak akibat kebakaran. Hal ini dikarenakan dalam satu rumah biasanya ditempati dari 5 hingga 10 Kartu Keluarga (KK).

“Ya memang warga masyarakat di sini tiap rumah bisa ada 5-10 KK. Dengan hanya 30 hektar wilayah kami, hampir 9000 jiwa penduduk,” jelas Cahyono.

Ribuan warga ini akan dievakuasi di tiga titik pengungsian yaitu di kantor Kelurahan lantai 2, Pos RW 2 dan di lapangan Persima. Cahyono juga telah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, Rumah Sakit, dan Puskesmas Kecamatan untuk membantu para korban terdampak kebarakan.

“Tenda-tenda nanti akan dipasang, bantuan akan segera datang. Berupa bahan pokok dan juga selimut, pampers, buku, sudah kami koorsinasikan insyaAllah. Saya sebagai pimpinan sini berterima kasih para donatur, Dinsos BPBD yang bergerak cepat sekali sehingga untuk makanan dan lain-lain siap dan warga sudah dapat evakuasi,” jelasnya. (sas/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#kebakaran #tambora #jakarta barat #ibu anak