RADAR SURABAYA – Sebuah video yang merekam cekcok antara seorang wanita dan beberapa anggota TNI viral di sosial media.
Pada akun X/Twitter wanita tersebut menjelaskan jika mobilnya diserempet oleh truk TNI dan tidak mau dimintai pertanggung jawaban di daerah Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/10).
Akun X/Twitter @obatsakitmah dalam unggahannya menjelaskan bagaimana kronologi truk TNI yang membawa rombongan tentara menabrak mobil milik temannya.
Akun X sekaligus pengendara mobil tersebut mengunggah video saat dirinya meminta pertanggungjawaban atas insiden yang ia alami, namun antara pengendara mobil dan tiga orang anggota TNI di truk itu malah beradu cekcok.
“Guys tolong bantu RT ya, mobil tmn gw ditabrak TNI, gak turun apalagi minta maaf. ditanya nama atau KTP gak ada yg bawa, emang jalanan sempit dan kita udh ngalah berhenti tp bukannya maju nyorong ke kiri, dia malah ngehajar mobil kita lalu kabur. aku kejar pk motor warga,” tulis @obatsakitmah, Sabtu (12/10).
Cuitan yang telah dilihat/dibaca sebanyak 5,6juta kali itu, menjelaskan kronologi kejadian dari sisi pengendara mobil.
Ia menjelaskan jika sikap anggota TNI sewaktu dimintai pertanggungjawaban tidaklah etis.
Mereka tidak mencoba untuk turun dari truk. Bahkan saat dimintai identitas tidak ada satupun yang membawa.
Dalam video menunjukkan bagaimana wanita pengendara mobil berkali-kali meminta KTP salah satu dari tiga tentara yang duduk di kursi pengemudi.
“Eh, saya itu ngamanin nyawa belakang (rombongan tentara),” ujar tentara pengemudi truk itu.
Tentara tersebut berkata jika kejadian itu ia lakukan demi melindungi nyawa rombongan tentara di dalam truk.
Namun, pengendara mobil tidak terima jika memang dalih mereka melindungi nyawa rombongannya lantas bagaimana dengan dirinya.
Sayang dalam cuitan serta video tersebut, tentara dengan nama dada Encep Kasto malah merespon dengan tertawa.
“Eh bu, ibu kan turun, kita nanjak. Kalo nanjak itu lebih bahaya,” kata Encep Kasto dalam video.
Akun @obatsakitmah menuntut permintaan maaf dari anggota dengan nama Encep Kasto tersebut. Hal ini ia tulis lengkap dalam cuitan X selanjutnya.
“Tolong bgt KOREM 061/SK PLATNYA 8527-III YANG DEPAN ATAS NAMA ENCEP KASTO MINTA MAAF SEENGGAKNYA TANGUNG JAWAB!!! PUNYA ITIKAD BAIK BUKAN KABURRR. NEGARA DIJAGAI AMA ORANG KAYAK GINI????,” sebut @obatsakitmah.
Dalam unggahannya, pemilik akun juga mencantumkan video kondisi mobil milik temannya yang ia kendarai mengalami kerusakan cukup parah di bodi mobil bagian belakang dan samping.
“Maaf bu, ini sebelah kiri itu jurang, kalo saya mati semua, ibu kabur. Kok ga gimana, kita sama-sama di jalan,” ungkap tentara yang mengemudikan truk sambil merokok.
Berbeda dari penjelasan tentara tersebut, si pengendara mobil berkata jika jalan dari arah Sentul ke Leuwi Hejo, jurang berada di sebelah kanan. Maka yang berada di sisi dekat jurang ialah dirinya, bukan truk milik TNI.
Terakhir, para anggota itu berkata jika ingin mengurus lebih lanjut, pengendara mobil dapat mengikuti mereka untuk dijelaskan di kantor Korem sambil melanjutkan kembali truknya.
Atas kejadian ini, Kasi Intel Korem 061/Suryakancana Bogor, Kolonel CZI Joy Karter Lumi melakukan klarifikasi. Ia menyebutkan jika truk kendaraan Korem saat itu mengangkut 31 orang anggota yang sedang melakukan pengamanan VVIP.
"Tepatnya di tanjakan daerah wisata Gunung Pancar, pasukan kita yang menggunakan truk kendaraan Korem sedang mobilisasi pasukan berjumlah sekitar 31 orang dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan VVIP," kata Joy, Senin (14/10).
Joy menjelaskan kronologi kejadian dari sisi anggotanya, sehingga terjadi insiden tabrakan tersebut. Ia berkata jika tindakan yang dilakukan oleh anggota TNI sudah benar sesuai dengan Undang-undang Lalu Lintas.
"Mobil truk kita dalam kondisi menanjak gigi 1 tidak mungkin berhenti. Di situ ada prajurit 31 orang yang akan melaksanakan tugas PAM VVIP. Ketika berhenti kehilangan tenaga, dia akan mundur menabrak kendaraan di belakang. Ataupun ketika banting kiri, itu jurang sebelah kirinya sehingga anggota kita memutuskan dia tetap lanjut perjalanan tersebut," lanjut Joy.
Dalam klarifikasinya, Joy berkata jika Danton perwira mereka sempat turun dan menjelaskan kepada pengendara mobil bahwa mereka sedang dalam perjalanan tugas dan akan melakukan pertangunggjawaban, maka dari itu mereka meminta pengendara mobil untuk ikut menyusul truk mereka.
"Anggota kita melalui Dantonnya perwira kami, turun dan menjelaskan, 'ibu, kami sedang melaksanakan tugas, permasalahan ini akan kami pertanggungjawabkan sepenuhnya. Silakan ibu menyusul kami di daerah tugas kurang lebih 4-5 km lagi. Kalau tidak, silakan ibu ke Makorem untuk kita bicarakan'," ungkapnya.
Namun akun X @obatsakitmah menanggapi pernyataan ini dalam cuitan terbarunya, jika ungkapan yang menjelaskan anggota mereka turun untuk menjelaskan kepadanya tidak benar sama sekali.
“Update 13.40 14/10/24 “letnan Satu Novi turun dan menjelaskan” faktanya gak turun sama sekali, disuruh ikut jg ga ngomong 4,5km lg, dgr di video aku bilang ‘jauh gak’, tapi cuma dibalas ‘sudah ikut aja’. Semua yang dijelaskan, tidak benar,” tulis @obatsakitmah, Senin (14/10).
Atas tanggapan pengendara mobil tersebut, rupanya membuat kasus ini masih terus berjalan.
Akun @obatsakitmah menjelaskan jika telah mendapat banyak pesan dari berbagai akun bodong yang meminta kontaknya terkait kejadian ini. Temannya sekaligus pemilik mobil diketahui akan mengambil langkah lebih lanjut. (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto