Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Sound Horeg Berulah Lagi, Atap Warung Warga di Jember Dirusak Demi Truk Bisa Lewat

Jay Wijayanto • Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:02 WIB
Foto: x.com/Candj09  Kru Sound Horeg merusak atap warung warga di Jember.
Foto: x.com/Candj09 Kru Sound Horeg merusak atap warung warga di Jember.

RADAR SURABAYA – Belakangan ini parade sound system atau sering disebut Sound Horeg yang dilakukan saat karnaval membuat banyak warga merasa terganggu.

Pasalnya, selain dentumannya yang kencang hingga membuat telinga sakit dan menyebabkan properti warga rusak, kru Sound Horeg juga tidak segan merusak bangunan yang menghalangi jalannya truk pembawa rangkaian kotak sound berukuran raksasa itu.

Salah satu peristiwa yang sedang ramai di media sosial adalah saat kru Sound Horeg merusak atap warung salah seorang warga di Jember, Jawa Timur, karena dianggap menghalangi truk Sound Horeg yang lewat.

Akun X @Candj09 membagikan video perusakan atap warung oleh warga tersebut oleh kru Sound Horeg sejak Rabu (9/10) lalu.

“Dianggap mengganggu, warung warga dirusak karena mobil Sound Horeg mau lewat. Siapa yang salah nih, mobil Sound Horeg atau jalan terlalu sempit,” tulis akun @Candj09.

Video berdurasi 49 detik itu memperlihatkan beberapa kru Sound Horeg mengenakan kaos hitam merusak atap warung milik seorang warga dengan mendorongnya menggunakan tangan. Perusakan itu sontak membuat warga marah dan melayangkan protes.

Terlihat, seorang bapak mengenakan kaos putih memprotes para kru atas perusakan tersebut.

Namun, kru hanya mengatupkan kedua tangan sebagai permintaan maaf sambil memberikan penjelasan mengenai tindakan mereka.

Perusakan atap warung itu memang berhasil membuat truk Sound Horeg lewat, tetapi juga berhasil membuat masyarakat semakin tidak menyukai adanya Sound Horeg.

Video perusakan itu pun menjadi viral dengan mendapat 2,3 juta penayangan, 3,8 ribu postingan ulang, dan 4,2 ribu komentar.

Warganet turut meninggalkan komentar kekesalan mereka akan adanya Sound Horeg yang selama ini dianggap mengganggu dan meresahkan masyarakat.

“Hiburan orang susah yang bikin susah orang. Semoga tradisi gini dilarang pemerintah setempat,” tulis akun @thr***

“Udah mengganggu kenyamanan, merusak fasilitas warga lagi, orang aneh,” tulis akun @met***

“Ganti rugi enggak, ada-ada aja. Kemarin pagar dijebol. Ini warung dibongkar. Emang punya lu itu main bongkar-bongkar,” protes akun @Den***

Lucunya, warga setempat ada yang menulis di kolom komentar pada unggahan tersebut bahwa dirinya menikmati Sound Horeg sebagai sebuah budaya yang mereka ciptakan.

Dia memohon agar masyarakat dapat memakluminya. “Saya sebagai warga sana menikmati setiap dentuman sound horeg. Saya harap netizen memaklumi budaya yang kami ciptakan,” tulis akun @nga***

Tentu saja, argumen tersebut membuat warganet semakin kesal karena Sound Horeg bukanlah budaya turun temurun. Terlebih lagi Sound Horeg juga banyak merugikan dan mengganggu ketentraman masyarakat.

“Pada ga sadar kalau merekalah yang mengganggu ketenteraman warga dan mereka menyebut ini budaya? Budaya itu warisan turun temurun di suatu daerah ga kek gini budaya ga jelas,” tulis akun @Bla***

Baca Juga: Keji! Banyak Luka dan Jari Putus, Seorang Wanita di Sumenep Tewas setelah Dianiaya Suami Menggunakan Sajam. Ini Motifnya

Keresahan masyarakat akan adanya parade Sound Horeg ini bukan kali pertama. Beberapa kejadian serupa juga sebelumnya pernah ramai di media sosial yang memperlihatkan kerusakan kaca dan genteng rumah warga akibat dentuman keras Sound Horeg. Bahkan, perusakan jalan dan jembatan yang dianggap menghalangi jalan truk pengangkut Sound Horeg.

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap parade Sound Horeg yang banyak menimbulkan kerugian daripada memberikan hiburan tersebut. (sas/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#sound horeg #rusak #atap rumah #jember #karnaval