Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Heboh! Tembok Penangkaran Jebol, 80 Buaya di Cianjur Bikin Warga Panik, Ternyata Milik BKSDA RI

Jay Wijayanto • Jumat, 4 Oktober 2024 | 22:34 WIB
Insiden jebolnya penangkaran buaya di Cianjur gegara hujan deras.
Insiden jebolnya penangkaran buaya di Cianjur gegara hujan deras.

RADAR SURABAYA – Warga Cianjur, Jawa Barat, dihebohkan dengan insiden jebolnya dinding penangkaran buaya di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Kamis (3/10) dini hari.

Pasalnya, kejadian ini membuat warga sekitar panik karena beberapa buaya berukuran besar kabur hingga ke pemukiman.

Insiden ini bermula ketika Rabu malam terjadi hujan yang sangat deras dan angin kencang sehingga menyebabkan dinding penangkaran jebol.

Kejadian ini kali pertama ditemukan oleh seorang pegawai galian pasir yang berada di kawasan yang sama dengan penangkaran buaya.

Beberapa dari puluhan buaya itu kemudian kabur dan berdiam di sungai dan lahan persawahan warga.

"Kejadiannya tadi malam. Karena hujan deras, tembok penangkaran jebol. Hal itu pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai galian pasir yang memang masih satu kawasan dengan penangkaran buaya tersebut," terang Kapolsek Cianjur, Kompol Cahyadi Mulya, Kamis (3/10).

Buaya yang ada di kolam penangkaran ini memiliki panjang bervariasi mulai dari 1-5 meter.

Proses penangkapan buaya kabur itu langsung dilakukan pada Kamis (3/10) dinihari yang dilakukan oleh seorang pegawai galian di kawasan penangkaran, Yayan Nurdin, 50, yang kerap dipanggil Mang Ipei.

Ia mengatakan jika buaya yang ia tangkap berada di kawasan pengelolaan galian C yang masih satu tempat dengan kolam penangkaran.

"Kalau saya bukan pawang, tapi sudah biasa ngurus buaya. Bahkan dulu yang mindahin ke penangkaran saya. Jadi, hanya butuh waktu 10 menit kalau yang kabur ke kawasan galian C, karena kondisinya di tanah lapang dan datar. Sehingga bisa langsung diikat mulut dan kemudian kakinya," kata Ipei.

Proses penangkapan kedua dilakukan pada Kamis pagi (3/10), yakni ditemukan dua ekor buaya yang kabur di kali dan sawah dekat pemukiman warga. Namun karena medan yang licin, membuat proses mengikat tali pada buaya mengalami kesulitan. Sehingga evakuasi memerlukan waktu yang cukup lama.

"Bisa 20 menit untuk menangkap satu ekor (buaya), karena dibantu warga yang memang punya keberanian untuk membantu. Ukuran buayanya besar, jadi sulit kalau sendiri. Ditambah di sawah dan kali kan sulit medannya. Makanya proses penangkapannya cukup memakan waktu," lanjut Ipei.

Sebelumnya diketahui jika terdapat total 80 ekor buaya di dalam kolam penangkaran milik PT Nuyab Grup dengan kepemilikan pribadi atas nama Fujianto itu.

Namun belakangan diketahui bahwa buaya-buaya tersebut telah dimiliki oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) RI yang dititipkan ke kolam Fujianto.

Pada tahun 2018, BKSDA mengambil alih penangkaran buaya itu karena tidak didukung perizinannya.

Hal ini telah dikonfimasi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Diah Qurani Kristina. “Statusnya jadi diambil oleh BKSDA. Tapi tetap di titip di lokasi yang sama, yakni di penangkaran di Cianjur tersebut,” terang Diah, Jumat (4/10).

Diah juga menjelaskan bahwa buaya-buaya tersebut dititipkan karena BKSDA sampai sekarang belum memiliki lahan untuk menampung puluhan buaya muara tersebut.

Dari data tahun 2018 yang mengatakan jumlah buaya tersebut sebanyak 80 ekor, bisa jadi saat ini jumlahnya telah berkurang mengingat buaya merupakan satwa kanibal.

"Buaya itu sifatnya kan kanibal. Jadi bisa saja jumlahnya tidak lagi 80 ekor. Bisa berkurang," lanjutnya.

Atas kejadian ini, BSDA mengatakan jika sementara akan memperkokoh tanggul kolam penangkaran Cianjur, sembari mencari tempat baru untuk menempatkan puluhan buaya tersebut.

Total buaya kabur masih ada lima ekor, dan rencananya akan dititipkan ke Taman Safari Indonesia.

"Untuk yang lima, yang sudah sempat kabur, akan jadi prioritas. Kita akan evakuasi secepatnya karena butuh persiapan mengingat buayanya besar. Kita akan titipkan ke Taman Safari Indonesia," pungkasnya. (ang/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#penangkaran buaya #cianjur #bksda