Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

13 Korban Tewas, 12 Ditemukan Selamat dalam Insiden Longsor Tambang Emas Ilegal di Solok Sumatera Barat

Agung Nugroho • Senin, 30 September 2024 | 16:41 WIB
TUNTAS: Petugas SAR Gabungan  mengevakuasi jasad Sugeng, salah satu korban longsor di area tambang emas ilegal  di Solok, Sumbar yang terakhir ditemukan dari 25 korban. Ahad (29/9)
TUNTAS: Petugas SAR Gabungan  mengevakuasi jasad Sugeng, salah satu korban longsor di area tambang emas ilegal di Solok, Sumbar yang terakhir ditemukan dari 25 korban. Ahad (29/9)

RADAR SURABAYA- Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) menyatakan seluruh korban tanah longsor pada areal tambang ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) telah berhasil dievakuasi.

Jumlah seluruh korban mencapai 25 orang warga dan dari jumlah tersebut  13 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 12 di antaranya selamat.

Deputi Operasi dan Latihan Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Minggu (29/9), mengatakan dari jumlah total korban yang berhasil dievakuasi, 13 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 12 orang selamat.

Insiden longsor di tambang emas tersebut terjadi Kamis (26/9) sore.

Longsor itu terjadi di lubang bekas galian tambang lama di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.

Kondisi medan yang sulit dan tidak bisa diakses oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, menjadi tantangan tim BPBD dan relawan untuk mengevakuasi korban.

Bahkan untuk jarak tempuh jika berjalan kaki ke lokasi longsor diperkirakan memakan waktu hingga delapan jam dari pusat nagari atau akses yang bisa ditempuh kendaraan bermotor.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok telah mengirim tujuh ambulans ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi korban.

Selain itu Forkopimda setempat telah berkoordinasi untuk penanggulangan bencana tanah longsor.

Berdasarkan laporan dari Seksi Operasi Kantor SAR Padang, terakhir pada Minggu pukul 08.00 WIB atau operasi hari ke tiga, ada dua korban yang dievakuasi; laki-laki bernama Zulmadinir yang dalam keadaan selamat dan Sugeng dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut dia, para korban yang selamat maupun meninggal dunia tersebut sudah ditangani oleh tim medis yang di antaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir.

Basarnas akan berkoordinasi lebih lanjut dengan semua unsur terlibat termasuk pemerintah daerah untuk memutuskan operasi SAR yang dimulai pada Jumat (26/9) dilanjutkan atau tidak.

Terlepas dari itu, Basarnas bersama pihak terkait lainnya juga masih menyiagakan personel dan memberikan kesempatan kepada warga bila merasa ada anggota keluarganya yang hilang dalam peristiwa tersebut untuk melapor ke petugas di Posko Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok tersebut.(ant/nug)

 

Editor : Agung Nugroho
#longsor tambang emas di sumbar #longsor sumbar #tanag longsor #tambang ilegal