RADAR SURABAYA- Viral video mesum oknum guru dengan siswi di Gorontalo benar-benar mengguncang jagat media sosial dan lembaga pendidikan.
Pihak sekolah tempat oknum guru tersebut mengajar dan sang murid menuntut ilmu pun terkejut.
Video berdurasi sekitar 5 menit tersebut, begitu viral dan dicari banyak warga net.
Pihak kepala sekolah menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan insiden tersebut, mengingat lembaga pendidikan tersebut baru saja meraih prestasi tingkat nasional.
"Terus terang saya syok, saya tidak menyaka peristiwa ini terjadi, karena dalam waktu bersamaan, Kami baru meraih prestasi juara 3 lomba perpustakaan tingkat nasional," ungkap kepala madrasah mengawali penjelasan terkait video viral tersebut.
Diungkapkan, sebelum video tersebut viral, pihak sekolah telah melakukan pemeriksaan kepada kepada kedua pihak sebagai upaya klarifikasi.
Pemeriksaan pertama dilakukan 25 September 2023, sementara pemeriksaan kedua berlangsung pada 29 Agustus 2024.
"Kami ingin memastikan bahwa informasi yang kami dapatkan akurat," ungkap kepala madrasah, Selasa (24/9).
Saat konfirmasi pertama, keduanya mengaku tidak ada hubungan khusus namun setelah itu justru muncul laporan dari istri oknum guru tersebut, sehingga pihak sekolah kembali melakukan konfirmasi yang kedua tetapi hasilnya juga sama.
Keduanya tidak mengakui adanya hubungan khusus, sehingga pihak sekolah mengambil sikap melarang keduanya berkomunikasi baik melalui telepon maupun aplikasi pesan.
Setelah viral, pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan oknum guru dari jam mengajar.
"Oknum guru tersebut telah mengajukan cuti sejak 24 September 2024 selama enam hari ke depan," jelasnya.
Oknum guru tersebut akan segera dimutasi tetapi menunggu keputusan karena kewenangan mutasi ada di tangan Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.
Sedangkan bagi siswi yang terlibat dalam video tersebut akan dikeluarkan untuk menjaga integritas sekolah.
Walaupun siswa tersebut akan dikeluarkan, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memastikan kelanjutan pendidikannya.
"Kami akan berupaya agar korban tetap bersekolah dengan memindahkannya ke sekolah lain. Kami menyadari bahwa siswa tersebut memiliki banyak prestasi," katanya.
Terakhir, kepala madrasah menyatakan bahwa pihak sekolah akan terus memantau perkembangan situasi ini dan berusaha untuk menjaga lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi semua siswa.
"Kami berkomitmen untuk menjaga reputasi sekolah dan memastikan bahwa insiden seperti ini tidak terulang di masa mendatang." pungkasnya.(dka/bas/rs/nug)
Editor : Agung Nugroho